Wednesday, 1 February 2012

DARI BIBIRMU KUPEROLEH BERBAGAI ILMU

Sekilas pengalaman di masa silam. Bagaimana setiap pengajaran yang diberikan oleh guru tidak pernah hilang dari ingatan. Selalu dapat diingat sehingga hari ini walaupun sudah berpuluh tahun yang lalu pengalaman itu terjadi.
   Setiap kali sesudah berada di dalam kelas, saya duduk menunggu kedatangan guru yang akan memberikan pelajaran ketika itu. Bagaimana riuh rendah teman-teman didalam kelas itu tidak pernah saya terbawa arus pembicaraan mereka di saat itu, pikiran sudah siap sedia     menanti apa yang akan saya dapat dari guru pada waktu itu.

Ketika guru melangkah masuk pintu kelas kami mata saya sudah terpaut kepadanya.
Setiap tutur katanya saya dengar dengan baik terus tersimpan dikepala. Tertanam rasa kasih sayang kepada setiap guru yang telah menambah pengetahuan saya pada hari itu.
Saya tersenyum memandang guru itu yang akan meninggalkan kelas kami ketika itu walaupun si guru tidak melayangkan pandangannya kepada saya.

KETIKA itu cikgu  Yusri masuk ke kelas , saya sudah memperhatikannya sejak langkahnya yang pertama menginjak kelas kami. Saya mata bergantung pada bibir cikgu Yusri, apalagi ketika beliau memulai penceritakan  TUNNEL  LONDON  PARIS , saya tercengang mendengarkan bahwa train itu menyeberangi lautan dengan menyusur di bawah laut dengan kelajuan tinggi. Saya seolah-olah ternganga mendengarkannya seperti tak percaya. Maklumlah saya seorang anak kampumg.

Siapa menyangka anak kampung ini, dapat menaiki train  EURO STAR  melalui TUNNEL LONDON PARIS ITU ,  yang suatu ketika dahulu disangkakan cerita cikgu  Yusri itu hanya sebuah dongeng belaka.

Betapa saya terharu ketika melangkahkan kaki menaiki train EURO STAR dari London menuju Paris, teringat mata saya bergantung pada bibir cikgu Yusri, orang yang berkulit agak gelap tidak di kategorikan tinggi , memakai baju putih ketika itu dengan penuh kesederhanaan menceritakan TUNNEL yang kini tidaklah sesuatu yang khayalan bagi saya.
TERIMA KASIH CIKGU YUSRI DARI BIBIRMU KUPEROLEH PELBAGAI ILMU,muridmu ini tidak mengetahui keadaanmu apakah guruku tersayang masih ada di dunia fana ini atau sudah berpindah ke alam baqa . Maklumlah kisah bergantung dibibir cikgu ini sudah 55 tahun yang lalu.Mudah-mudahan ALLAH MENYAYANGIMU LEBIH DARI SEORANG MURID MENYAYANGIMU .  AMIN ! AMIN ! YA , RABBAL ALAMIN.

No comments:

Post a Comment