KACANG PUTIH LIMA SEN
"Kacang putih, kacccccccaaaaaaaaaaaaaaagg puuuuuuuuuuuttiiiiiiiiiiiiiiiih !!!!!!!!!!!!!" terdengar suara penjual kacang putih berteriak menjualkan barang dagangannya. Lili sudah lama teringin makan kacang putih, selalu tak dapat, minta wang dengan emak tak dapat, mintak wang dengan opah tak dapat mintak wang dengan atuk pun tak dapat. Sekali ini Lili berazam untuk mintak wang dengan opah, sebab berkali-kali tak dapat mungkin kali ini dapat.
Lili berlari lari mendapatkan opahnya, dilihatnya opahnya sedang menggunting kain hendak membuat baju agaknya.
"Opah Lili nak kacang putih,nak mintak duit opah, " Lili mulai bersuara."
"Kamu selalu mintak duit saja, mana aku ada duit", jawab opahnya.
Lili hairan , sebab selalu mintak duit tak dapat mana ada selalu. Tetapi Lili tidak mempersoalkan asalkan sekali ini dia dapat duit, dia teringin sangat makan kacang putih.
"Opah, kasilah duit, nanti kacang putih itu jauh Lili sudah lam teringin makan kacang putih", Lili merayu tanpa putus asa.
Opahnya diam saja, tidak ada tanda-tanda akan memberi dia wang.
"Opah , kasilah Lili duit, Lili teringin sangat makan kacang putih", suara Lili merayu
Lama Lili menunggu reaksi opahnya,tapi tak ada suara apa pun.
"Opah kasilah Lili duit kacang putih tu nanti jauh, kasilah opah", terdengar suara Lili mendayu. Hati Lili terasa sedih seperti mahu menangis.
Opah Lili meraba uncang duitnya diberinya Lili duit lima sen.
Tanpa suara Lili mengambil duit itu terus berlari ke luar. Dilihatnya penjual kacang putih itu sudah sangat jauh, sudah kecil nampaknya.
"Kacang putih !!!!!!!!!!!!!!!", Lili menjerit sekuat-kuatnya. Lili berlari sekuat tenaga mengejar penjual kacang putih itu. Penjual kacang putih itu terus saja berjalan , tidak terdengar pun olehnya jeritan Lili.
"Kacaaaaaaaaaaaaang putiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih ", Lili terus memanggil-manggil sambil terus berlari sekencang-kencangnya.
Penjual kakcang putih itupun menoleh dan berhenti ketika dilihatnya Lili mengejarnya.
"Kasi kacang putih lima sen ," Lili membeli kacang putih itu.
Penjual kacang putih itu membungkuskan kacangnya sambil memandang Lili terengah-engah untuk membeli hanya lima sen kacang putih.
Setelah kacang putih diterima Lili , diapun segera berjalan pulang ke rumahnya. Lili tak sabar dibukanya bungkus kacang putih itu, dan dia pun mulai memakan kacangnya.
Satu-satu masuk kemulutnya , alangkah sedapnya hingga tak terkata, memang sudah lama dia tidak makan kacang putih.
Lili berjalan gontai tak ada apa yang dipikirnya hanya keenakkan kacang putih yang sedang dimakanya.
Belum pun setengah jalan kacang putih Lili telah habis, Lili macam tak percaya , dikerobeknya kertas bungkus kacang itu kalau-kalau ada kacang yang terselit disitu.
Belum pun lepas keinginannya makan kacang putih, kacang itu sudah habis, kecewa Lili ketika itu apakah mungkin dia akan meminta wang lagi kepada opahnya ?
Lili lupakan saja terdengar suara hatinya. Sampai di rumah opah berkata:" Mana kacang putih kamu berilah opah sedikit."
Tidak ada jawapan Lili ketika itu, dipandangnya opahnya dengan rasa sedih.
No comments:
Post a Comment