Menanamkan kepercayaan diri , dapat dilakukan dengan berbagai-bagai cara.
Yang penting kita harus tahu penyebab kenapa tiada kepercayaan diri. Kadang-kadang seorang itu pemalu tidak bertempat, tentu ada penyebabnya.
Orang tua dapat memegang peranan untuk menolong anak-anak yang kurang kepercayaan diri ini. Carilah penyebab-penyebabnya.
- Apakah anak kita kurang pandai menyebabakan dia malu dengan teman-temannya ?
Jika ini penyebabnya ada beberapa langkah yang dapat anda gunakan:
Jangan sekali-kali anda katakan dia kurang pandai, apalagi kata-kata bodoh jangan sekali-kali anda ucapkan untuknya, anak anda akan hancur kalau kata-kata ini anda gunakan untuk memarahinya. Jangan marahi dia kalau mendapat markah yang kurang sebaliknya berilah semangat supaya lain kali mendapatkan markah yang tinggi.
"Oh... hari ini dapat 50/100 saja, tak mengapalah ini belum peperiksaan penentuan masih ada masa untuk memperbaiki markah ini, ibu harap peperiksaan lain kali dapat markah lebih baik. Sekarang kita buat jadwal yang baru, untuk membuat kerja-kerja sekolah kita gunakan satu jam, selesai makan tengah hari. Pada waktu malam kita gunakan untuk ulang kaji. Setiap pelajaran baru kita ulang lagi di rumah sampai kita betul-betul faham supaya kita tidak lupa lagi sampai bila-bila. Anak ibu pasti akan jadi orang yang bijak pandai suatu hari nanti ibu sangat yakin." Kira-kira begitulah ucapan seorang ibu yang kecewa dengan markah anaknya , tapi harus nampak tidak kecewa dan memimpin mereka selalu, tunjukkan kita penuh perhatian dengan pelajaran mereka .
-Penyebab kedua kemungkinan orang tua kurang berada.
Orang tua yang kurang berada, jangan sekali-kali mau kalah dalam mendidik dan membimbing anak-anak untuk berlumba mencapai kejayaan. Peranan kita adalah menanamkan sebangat bahwa kita tidak kurang dari mereka yang berada.
Kita tidak ada kereta, katakan kepada anak," Kita suatu hari nanti kita akan punya kereta.
kita kumpulkan wang, kita belajar pandai-pandai, dapat gaji besar kita beli kereta yang lagi besar dan cantik. Amin nak kereta besar dan cantik kan ? belajarlah rajin-rajin dan pandai, senang saja kita nak beli kereta.
Jangan sekali-kali kita mengatakan kepada anak kita bahwa kita orang miskin tak mampu untuk beli kereta, jiwa anak kita akan jadi kecil ciut rasa kurang harga diri, rasa malu, takut dan segan, tak mampu bersaing dengan orang lain dalam hal apapun. Anak kita sudah kalah sekalah-kalahnya, walaupun dia pandai dia tidak merani mengemukan buah pikirannya, tak berani berhadapan dengan orang ramai, walaupun dia boleh sebenarnya.
Penyebab yang ketiga, mungkin anak kita mempunyai kekurangan pisik, badan lemah, kurang lawa, atau kaki tempang atau lain-lain kekurangan.
Tanpa disedari anak-anak yang bergini telah tertanam dengan sendirinya rasa rendah diri, dan tidak ada kepercayaan kepada diri sendiri, mereka merasa malu dan segan.
Ibu terutamanya harus selalu dekat dengan anak begini. Jangan ibu menunjukkan kekurangan atau kecacatan anak itu sesuatu yang memalukan. Ibu dan ayah bersikap seolah-olah kecacatan itu adalah perkara biasa. Dan kita boleh bersaing atau melakukan sesuatu sebagaimanan orang lain buat, tanpa ada rasa rendah diri.
Seorang anak kaki tempang, tentu akan kalah berlumba lari dengan temannya.
"Tak apa Min, kalah lumba lari tu, nanti Amin kalahkan pula kawan-kawan Amin tu dalam pelajaran matematik, Amin belajar pandai-pandai matematik, kalau dapat nombor satu dalam kelas semua orang puji Amin, tak ada yang beerani mengejek Amin."
Selalu lah orang tua tanamkan pikiran yang positf dan membangun dalam diri anak itu. JANGAN SEKALI-KALI ORANG TUA MEMBESAR-BESARKAN KECACATAN ANAK ITU. APALAGI MENGHINA ANAK ITU DENGAN KECACATANNYA KETIKA MEMARAHINYA.
Penyebab yang kempat adalah, tanpa disadari adalah datangnya dari orang tua sendiri yang selalu memarahi anaknya, selalu menyalahkan si anak dalam sesuatu perkara. Si anak bermain ini salah, si anak membuat itu salah, si anak tertwa keras-keras salah, si anak makan juga salah, dalam segala hal si anak selalu di marah. Namanya kanak-kanak yang belum tahu, mestilah mereka berbuat salah tetapi harus bijaksana membetulkan kesalahan itu jangan dimarah, diberi pengertian, sehingga si anak tahu kesalahannya dan bagaimana memperbaikinya. kadang-kadang si anak tidak tahu kenapa dia kena marah, atas kesalahan yang mana dia kena marah. semuanya ini menyebabkan di anak kurang kepercayaan pada dirinya sendiri, selalu merasa diri serba tidak tahu.
Contoh seorang ibu yang bijaksana. Setelah selesai membuatkan kopi untuk si bapa, si ibu sengaja menyuruh anaknya menghidangkan kopi tersebut ke meja bapak, untuk menanamkan kepercayaan pada diri si anak bahwa mereka telah mampu membuat sesuatu. Tetapi tiba-tiba si anak jatuh dengan kopi di tangan, siibu sedikitpun tidak marah, sebaliknya dia sekali lagi membuat kopi dan sekali lagi menyruh anaknya menghidangkan kopi tersebut kepada bapanya dengan berkata," Tak apa, Ani kan baru belajar membawa kopi untuk ayah, sekali lagi cuba bawa kopi ini baik-baik, hati-hati berjalan, pasti tidak jatuh".
Nampaknya hal ini kecil saja tetapi impaknya pada diri si anak sangat besar, mereka yakin mereka dapat membuat sesuatu dengan baik dan sempurna tidak pernah ragu-ragu akan kemampuan diri, mereka akan belajar dan bekerja lebih rajin dan gigih, mereka yakin setiap yang mereka kerjakan akan berhasil dengan sempurna, jika terbentur mereka akan lebih berusaha mengatasi setiap masalah, Hidup mereka penuh semangat.
Bagaimana selalunya si ibu ? Pasti marah-marah dengan anaknya bukan ?
No comments:
Post a Comment