ADA YANG TAK TERKATAKAN .............
"Abang Edi membeli kereta baru, dia hendak membeli warna hitam tetapi terpaksa tunggu dua minggu,tak sempat", anakku Nina memberitahuku.
"Tak sempat ? Kenapa, apa salahnya tunggu dua minggu dapatlah kita warna kereta yang berkenan di hati. Warna apa yang diambilnya ?" tanyaku sedikit hairan.
"Warna silver" jawab anakku Nina selamba.
"O.... warna silver", balasku sambil dalam hati masih tertanya-tanya kenapa tak sempat.
"Mak kak Cik itu akan datang dari Padang minggu ini, mereka akan menjemputnya ke KLIA, seronoklah pakai kereta baru, supaya dapat mak kak Cik dapat merasa naik kereta baru abang Edi", jawab anakku Nina.
Terasa ciut hatiku ketika itu, begitu rupanya Edi ambil berat mertuanya, sedangkan aku ibu kandungnya, jarang dia datang melawatku sekali tiga bulanpun tidak, kecuali kalau ada keperluan, atau untuk mengambil surat-suratnya yang beralamat ke rumahku.
Kepada siapa akan kukatakan apa yang terasa di hatiku ini ? Tidak pernah pula Edi mempelawaku pergi ke rumahnya atau naik kereta barunya. Rasa ini kependam seorang diri. Sejak bulan November hinggalah bulan Mei Edi tak pernah datang ke rumahkku, ketika ada surat penting anakku Nina menaliponnya. Dia datang mengambil suratnya itu, hatiku sedih sehingga tak terkatakan apa-apa melihat wajahnya.
Dia pergi ketika aku menunaikan solat zuhur, tanpa memberitahukanku kepergiannya itu.
Salahkah aku kalau hatiku ini sangat sedih ? tetapi setiap kali aku berdoa, tetap aku doakan dia supaya Allah memberinya petunjuk. Mungkin doaku ini belum Allah kabulkan. Hatiku sedih ini kepada siapa akan ku katakan ?
Aku juga tidak tahu apakah aku terlalu berlebihan, kalau kukatakan hatiku sedih jika anak-anakku tidak ambil tahu apakah aku makan atau tidak, apakah aku sudah makan atau belum. Adakah makanan yang akan aku makan atau tidak ada.
Aku juga tidak tahu apakah aku ini menyusahkan anak-anak atau tidak; setiap kali mereka membawa aku makan ke kedai atau ke restoran aku menolak. Memang aku tidak biasa makan di restoran itu, itu bukan budayaku, aku ini dibesarkan dalam kehidupan yang keras, jauh sekali dari bermewah-mewah. Seleraku juga tidak sesuai dengan makanan yang dihidangkan di situ. Aku makan tidak sesuai dengan seleraku, padahal nanti mereka membayar dengan harga yang sangat mahal, tak sampai hatiku membiarkan hal ini terjadi. Dan kehadiranku bersama mereka terasa pula mengganggu keselesaan mereka berkeluarga, mungkin mereka ingin bersenang-senang suami isteri dan anak-anak tanpa ada yang mengganggunya. Inilah sebabnya aku menolak setiap kali pelawaannya. Mungkin mereka bosan, tiap kali pergi tidak lagi mempelawaku lagi. Bagiku tidak apa-apa. Tapi jauh di lubuk hatiku aku berharap pula ada sedikit perhatian dari mereka atau ambil berat tentangku. Mereka meninggalkan aku sendirian di rumah adakah makanan yang akan aku makan, apa yang dapat untuk pengisi perutku, ataukah aku sehat, ataukah aku sakit. Mungkin mereka lupa untuk bertanya, tetapi itulah yang aku harapkan, sebagai tanda bahwa mereka mengambil berat tentang diriku. Tidak ada seorangpun yang bertanya atau jarang sekali pertanyaan itu keluar dari mulut mereka. Pernah sekali aku berpuasa, mereka pergi meninggalkan aku waktu berbuka telah hampir tiba, tidak ada apa-apa yang layak dimakan untuk aku berbuka, tidak ada pula bahan mentah untuk dimasak. Aku termenung, aku cari dalam peti sejuk kalau-kalau ada untuk dimakan. Aku temuilah sedikit udang goreng entah sudah berapa lama usianya. Aku panaskan, berbukalah aku sendirian, selesai berbuka terasa perutku sakit, aku tahan sendiri tidak siapa yang tahu, aku malu, malu sendiri seperti aku ini tiada harga sama sekali. Aku tetap tegar aku tidak berkata sepatahpun, tiada siapa yang tahu apa yang terjadi pada diriku. Hatiku sangat sedih, sebab tidak ada satu patah katapun yang menunjukkan bahwa ada sedikit ambil berat tentang diriku. Tidak ada pertanyaan yang kuharapkan, tidak ada basa basi sedikitpun, apakah aku sudah berbuka atau belum. Inilah sahaja yang kuharapkan tak lebih dari itu. Tapi ini jarang sekali kudapatkan. Mungkin mereka lupa atau banyak masaalah. Semua kupendam sendiri, semua kisah kutelan sendiri, biarlah menjadi rahasia diriku menjdi rahasia hidupku.
Sebagai ibu aku maa'afkan semua kesalahan mereka tanpa diminta, aku tidak mahu tersebab aku anakku susah di akhirat nanti.
Ramai anak berbagai ragam pula tingkah lakunya, bagaimana perasaan sekiranya anak kita yang kita ajar supaya jujur, terus terang, berkata benar rupanya secara diam-diam telah mengadakan hubungan dan telah berbaik-baik dengan keluarga laki-laki yang diinginkannya. Aku betul-betul rasa terpukul terasa anakku yang aku asuh, kudidik, kubelai dengan penuh kasih sayang, tempat aku menggantungkan harapan untuk dijadikan contoh dan teladan, tanpa kusadari, telah memperbodohkan aku, telah membelakangiku.
Diam-diam aku menangis seorang diri, kubiarkan air mataku bercucuran, setelah reda aku hapus pula air mata yang tersisa seorang diri, kepada siapa akan kukatakan ?
Sebagai ibu tidak aku biarkan anakku berdosa, aku maafkan kesalahannya tanpa diminta.
Kehidupanku yang keras menolong aku untuk melupakan segalanya, seperti tidak ada kepedihan yang bergelora dalam diriku. Ini telah lama sekali berlalu ...................
Sayangnya aku kepada anak-anakku tidak terhingga, mungkin aku membesarkannya dengan jerih payah dan segala tanggung jawab dipikulkan ke pundakku. Setiap kali anak-anakku menjangkau usia berumah tangga aku telah mulai berdoa supaya dapat jodoh yang sesuai yang sebaik-baiknya. Dan terselip juga harapan di hatiku supaya menantu-menantuku nanti juga akan melimpahkan sedikit kasih sayangnya kepadaku. Aku tahu aku akan hidup sendiri di hari tuaku, walaupun sebelumnya akupun memang telah lama sendiri.
Harapanku yang tidak menasabah adalah supaya anak-anakku tidak berpisah denganku, tetap tinggal di rumahku.
"Bu..... saya nak pindah", kata anakku.
Rasa terbang darahku, menggigil tubuhku.Aku tak dapat menjawabnya, seperti ada sesuatu tersekat di kerongkonganku, aku tinggalkan dia, tak berani aku menatap wajahnya. Akupun lari menyembunyikan tangisku..................
Ini telah lama berlalu .........................
Inilah aku, ada yang tak terkatakan goresan hatiku ini kepada siapapun ....................
Aku tumpahkan di sini, bukan untuk apa-apa dan bukan untuk siapa-siapa .................
Ini hanya sejarah hidupku supaya ada yang mengetahuinya jika terbaca ...................
Jika terbaca katakanlah ia hanya sebuah mimpi yang tak akan berulang lagi, sebuah mimpi buruk supaya cepat-cepat dilupakan ..............................
TIADA GADING YANG TIDAK RETAK
Semua ini aku lupakan, anak-anakku dan menantu-menantuku begitu baik dan sayang padaku di hari tuaku ini, aku selalu berdoa supaya kami semua mendapat petunjuk dari ALLAH SWT.
Anak-anakku tidak kuberi berdosa padaku, aku telah ampunkan dan aku telah ma'afkan walaupun tanpa diminta. Sekali lagi kukatakan aku tidak mahu anak-anakku susah di akhirat nanti tersebab aku ...........................................
Friday, 25 May 2012
Friday, 11 May 2012
PEDOMAN SUPAYA TERHINDAR DARI PENGARUH NEGETIF DIASRAMA
PEDOMAN SUPAYA TERHINDAR DARI PENGARUH NEGATIF
DIASRAMA
Pelajar-pelajar yang cemerlang akan diasingkan akan dikumpulkan di asrama, untuk memberikan pendidikan dan pengajaran yang lebih intensif.
Mereka ini adalah harapan negara, mereka akan dipersiapkan menjadi orang-orang cerdik pandai negara suatu hari nanti. Negara membelanjakan wang yang tidak sedikit untuk untuk mempersiapkan perlengkapan pembelajaran mereka di asrama ini. Mulai dari membangun sekolah secara fizikal, yang mendekati sempurna lengkap dengan SURAU, LAPANGAN OLAH RAGA, TEMPAT RIADAH, DAN KESENIAN.
YANG PENTING LAGI UNTUK PEMBELAJARAN SEPERTI LABORATORIUM, PERPUSTAKAAN DAN BANYAK LAGI. semuanya ini menggunakan biaya yang sangat besar, ditambah lagi dengan TENAGA GURU-GURU YANG TERLATIH DAN BERPENGALAMAN, semuanya tersedia yang terbaik untuk anak-anak yang dapat pencapaian yang tinggi di sekolah.
Walaupun demikian ada juga anak-anak yang tergelincir, terjatuh, di asrama yang begitu bagus perlengkapannya. Kadang-kadang tingkah laku jadi berubah ada lelaki yang bersubang, minta wang belanja lebih kepada orang tua dan alin sebagainya.
Kita tidak akan membicarakan hal ini, yang penting bagaimana kita dapat menjadikan asrama sesuai dengan tujuan asalnya, anak-anak ditempatkan di asrama dengan harapan ASRAMA ADALAH TEMPAT MENEMPA ANAK-ANAK MENJADI ORANG YANG BIJAK PANDAI, BERPENDIDIKAN TINGGI BERAKHLAK MULIA, memenuhi harapan negara menjadi ASSET NEGARA YANG TAK TERNILAI HARGANYA.
Sebelum anak-anak dimasukkan ke asrama, orang tua terlebih dahulu telah mempersiapkan mental si anak, supaya rajin-rajin belajar, ini sudah semestinya, tetapi yang lebih penting lagi yang harus didengungkan selalu ke dalam telinga dan pikiran anak adalah; betapa tingginya harapan ibu bapa, betapa tingginya cita-cita yang harus dicapai, betapa kuatnya dan gigihnya si anak harus berusaha, semua konsentrasi si anak haruslah terfokus untuk mencapai cita-cita, sehingga tidak ada dalam pikiran si anak untuk melakukah hal-hal yang negatif.
Hidup teratur, berdisiplin, terjamin, terjaga, itulah yang harus dibiasakan. Hidup beginilah berjaya membawa seseorang itu mendapat kejayaan.
Bagi orang yang pertama kali marasakan tinggal di asrama, kehidupan di asrama itu adalah kehidupan yang keras, susah untuk diikuti, hati kecil mereka membantah, tidak mau menurut peraturan yang 'keras' itu. Hati mereka memberontak, mereka berusaha mencari beberapa teman yang sama pendapatnya bahwa peratura itu 'keras'. Mulailah mereka mengadakan bermagai-bagai macam reaksi negatif menentang penguasa-penguasa sekolah , yang menghancurkkna diri mereka sendiri.
Siapa di antara pelajar yang tidak mau mengikuti mereka, akan mereka musuhi, kadang-kadang ada diantara pelajar yang terpaksa mengikuti mereka ini kerana terpaksa sebab takut dengan tindakan-tindakan mereka yang kasar.
Bukanlah maksud penulis disini menakut-nakuti ibu bapa untuk memasukkan anak-anak ke asrama, tetapi bagaimana cara supaya hal yang negatif ini tidak terjadi kepada anak kita.Apakah ada jalan untuk mengelakkannya ? Tentulah ada jalan, tetapi kita harus bijaksana.
* Di rumah kita harus mendidik anak-anak kita dengan pengertian, kita harus memperlakukannya sebagai orang dewasa
maksudnya segala yang memerlukan pemikiran dan pertimbangan kita ajak anak kita ikut serta berpikir untuk menilai buruk dan baiknya, dan memberikan pendapat, kalau memang pendapat anak kita itu adalah betul, kita orang tua haruslah mengikutinya, walaupun pendapat dari anak kita. Misalnya adiknya harus memilih sekolah mana yang terbaik, sekolah agamakah, sekolah pondokkah, atau sekolah yang dekat dengan rumah sajakah ?
Biarkan anak-anak kita memberikan pendapat, kemudian kita orang tua dapat mengambil keputusan dari berbagai-bagai pendapat yang betul. tentulah pendapat masing-masing mempunyai alasan yang betul.
Jika memutuskan suatu perkara dalam hidup ini kita ajak anak-anak kita berpikir, mereka terbiasa berpikir, dan selalu menggunakan pikiran yang matang, mereka tidak akan mudah terpengaruh apalagi dengan hal-hak yang negetif .
* Ketika anak kita ternyata telah diterima masuk asrama, orang tua mestilah menceeritakan serba sedikit keadaan di asrama, hal-hal yang baik dan beberapa hal yang mungkin negatif, dan bagaimana cara mengelakkannya. Jika kebetulan para pelajar berjumpa dengan kumpulan yang melanggar peraturan sekolah seperti yang kita ceritakan tadi, bagaimana?
Jangan para pelajar merasa takut, wajah kita haruslah selamba, seperti kita tidak tahu bahwa mereka dari kumpulan yang melanggar peraturan itu, kita bertegur sapa dengan mereka seperti kepada yang lain-lain. Kalau kita diajak untuk melompat pagar misalnya, usahakanlah mengelak, katakannlah tidak pandai memanjat atau takut pada tempat yang tinggi atau lain-lain usaha yang sesuai untuk mengelak. Kalau mereka mengajak kita menyanyi bersama-sama berilah 'sedikit' waktu kita untuk bernyanyi bersama mereka.
Dalam hati harus kita PASANG DINDING PEMISAH, ATAU TEMBOK PEMISAH, katakan dalam hati "AKU DI SINI MEMBENTUK MASA DEPANKU YANG GEMILANG , TIDAK AKAN AKU HANCURKAN MASA DEPANKU BERSAMA KAMU. Kita 'sedikit' saja bersama mereka, untuk menyelamatkan diri kita, supaya mereka tidak memusuhi kita dan mengancam kita, supaya kita tidak susah berada di asrama itu dengan sebab kehadiran mereka. Supaya mereka merasa bahwa kita juga adalah 'teman' mereka.
* Para pelajar yang berada di asrama haruslah disiplin, ikutlah semua peraturan yang ada, yakinlah bahwa setiap peraturan itu pasti ada manfaatnya.
Bangunlah cepat, pada waktu subuh, pergilah solat berjemaah ke surau, bangun pagi menguatkan badan, pahala yang besar dari ALLAH dapat pula kita terima, kita berbaik pula dengan satu lagi kumpulan yaitu 'geng surau' yang akan menganggap kita adalah teman rapat mereka. kalau ada nasyid ikuti juga mungkin kita yang akan ditonjolkan ke depan kalau memang kita mempunya suara merdu.
*Yang paling penting kita mestilah masuk 'geng kutu buku' , yang hanya belajar, belajar dan belajar. Di sinilah kita harus menguras tenaga kita sebanyak-banyaknya. Disinilah kita bejuang sekuat tenaga untuk mencapai cita-cita. Dalam kumpulan ini kita berusaha mengajak teman-teman kita bersoal jawab dalam study group untuk memudahkan kita mengingat semua pelajaran untuk modal kita menghadapi peperiksaan.
Kita dapat bergaul dengan semua kumpulan, tidak ada kerisauan dan ketakutan yang akan mengganggu konsentrasi kita untuk belajar, semua mereka adalah 'teman' kita. Kita berbaik dengan semua tidak ada permusuhan, pasti kita tidak terlibat dengan perkelahian di asrama. Hidup kita tenang aman.
Mungkin yang kita bicarakan itu hnya sedikit, mungkin tidak sampai 1% , tetapi kalau yang satu peratus itu adalah kita, tentulah sangat berbahaya. Kita perlu melindungi diri kita dari sekecil manapun bahaya yang mengancam.
Penulis mendapatkan idea untuk menulis, disamping mempunyai pengalaman dan pengetahuan sebagai seorang guru, penulis juga mengutip dari pangalaman dan cerita anakku MUHAMMAD IMAN , selama belajar di ASRAMA MRSM JASSIN MELAKA. Sepuluh tahun sebelumnya anakku MOHD IRWAN DAHNIL juga belajar di MRSM yang sama. Ketika itu terjadi perkelahian antara pelajar. Walaupun tidak terlibat dengan perkelahian itu, anakku Mohd Irwan tidak suka dengan suasana di situ. dia minta dipindahkan ke MRSM lain. Aku mempercayakan dia, supaya dia mampu mengurus dirinya sendiri. Dengan berani dia pergi berjumpa sendiri dengan pegawai MARA, untuk dipindahkan ke MRSM Kuantan. Bermula dari itu, aku yakinkan dia, bahwa dia mampu, jadilah dia orang yang percaya diri dan dapat berdikari menguruskan segala sesuatu. Mudah-mudahan pembaca dapat manfaat dari tulisan ini. AMIN !!!!!!!!!!!!!
DIASRAMA
Pelajar-pelajar yang cemerlang akan diasingkan akan dikumpulkan di asrama, untuk memberikan pendidikan dan pengajaran yang lebih intensif.
Mereka ini adalah harapan negara, mereka akan dipersiapkan menjadi orang-orang cerdik pandai negara suatu hari nanti. Negara membelanjakan wang yang tidak sedikit untuk untuk mempersiapkan perlengkapan pembelajaran mereka di asrama ini. Mulai dari membangun sekolah secara fizikal, yang mendekati sempurna lengkap dengan SURAU, LAPANGAN OLAH RAGA, TEMPAT RIADAH, DAN KESENIAN.
YANG PENTING LAGI UNTUK PEMBELAJARAN SEPERTI LABORATORIUM, PERPUSTAKAAN DAN BANYAK LAGI. semuanya ini menggunakan biaya yang sangat besar, ditambah lagi dengan TENAGA GURU-GURU YANG TERLATIH DAN BERPENGALAMAN, semuanya tersedia yang terbaik untuk anak-anak yang dapat pencapaian yang tinggi di sekolah.
Walaupun demikian ada juga anak-anak yang tergelincir, terjatuh, di asrama yang begitu bagus perlengkapannya. Kadang-kadang tingkah laku jadi berubah ada lelaki yang bersubang, minta wang belanja lebih kepada orang tua dan alin sebagainya.
Kita tidak akan membicarakan hal ini, yang penting bagaimana kita dapat menjadikan asrama sesuai dengan tujuan asalnya, anak-anak ditempatkan di asrama dengan harapan ASRAMA ADALAH TEMPAT MENEMPA ANAK-ANAK MENJADI ORANG YANG BIJAK PANDAI, BERPENDIDIKAN TINGGI BERAKHLAK MULIA, memenuhi harapan negara menjadi ASSET NEGARA YANG TAK TERNILAI HARGANYA.
Sebelum anak-anak dimasukkan ke asrama, orang tua terlebih dahulu telah mempersiapkan mental si anak, supaya rajin-rajin belajar, ini sudah semestinya, tetapi yang lebih penting lagi yang harus didengungkan selalu ke dalam telinga dan pikiran anak adalah; betapa tingginya harapan ibu bapa, betapa tingginya cita-cita yang harus dicapai, betapa kuatnya dan gigihnya si anak harus berusaha, semua konsentrasi si anak haruslah terfokus untuk mencapai cita-cita, sehingga tidak ada dalam pikiran si anak untuk melakukah hal-hal yang negatif.
Hidup teratur, berdisiplin, terjamin, terjaga, itulah yang harus dibiasakan. Hidup beginilah berjaya membawa seseorang itu mendapat kejayaan.
Bagi orang yang pertama kali marasakan tinggal di asrama, kehidupan di asrama itu adalah kehidupan yang keras, susah untuk diikuti, hati kecil mereka membantah, tidak mau menurut peraturan yang 'keras' itu. Hati mereka memberontak, mereka berusaha mencari beberapa teman yang sama pendapatnya bahwa peratura itu 'keras'. Mulailah mereka mengadakan bermagai-bagai macam reaksi negatif menentang penguasa-penguasa sekolah , yang menghancurkkna diri mereka sendiri.
Siapa di antara pelajar yang tidak mau mengikuti mereka, akan mereka musuhi, kadang-kadang ada diantara pelajar yang terpaksa mengikuti mereka ini kerana terpaksa sebab takut dengan tindakan-tindakan mereka yang kasar.
Bukanlah maksud penulis disini menakut-nakuti ibu bapa untuk memasukkan anak-anak ke asrama, tetapi bagaimana cara supaya hal yang negatif ini tidak terjadi kepada anak kita.Apakah ada jalan untuk mengelakkannya ? Tentulah ada jalan, tetapi kita harus bijaksana.
* Di rumah kita harus mendidik anak-anak kita dengan pengertian, kita harus memperlakukannya sebagai orang dewasa
maksudnya segala yang memerlukan pemikiran dan pertimbangan kita ajak anak kita ikut serta berpikir untuk menilai buruk dan baiknya, dan memberikan pendapat, kalau memang pendapat anak kita itu adalah betul, kita orang tua haruslah mengikutinya, walaupun pendapat dari anak kita. Misalnya adiknya harus memilih sekolah mana yang terbaik, sekolah agamakah, sekolah pondokkah, atau sekolah yang dekat dengan rumah sajakah ?
Biarkan anak-anak kita memberikan pendapat, kemudian kita orang tua dapat mengambil keputusan dari berbagai-bagai pendapat yang betul. tentulah pendapat masing-masing mempunyai alasan yang betul.
Jika memutuskan suatu perkara dalam hidup ini kita ajak anak-anak kita berpikir, mereka terbiasa berpikir, dan selalu menggunakan pikiran yang matang, mereka tidak akan mudah terpengaruh apalagi dengan hal-hak yang negetif .
* Ketika anak kita ternyata telah diterima masuk asrama, orang tua mestilah menceeritakan serba sedikit keadaan di asrama, hal-hal yang baik dan beberapa hal yang mungkin negatif, dan bagaimana cara mengelakkannya. Jika kebetulan para pelajar berjumpa dengan kumpulan yang melanggar peraturan sekolah seperti yang kita ceritakan tadi, bagaimana?
Jangan para pelajar merasa takut, wajah kita haruslah selamba, seperti kita tidak tahu bahwa mereka dari kumpulan yang melanggar peraturan itu, kita bertegur sapa dengan mereka seperti kepada yang lain-lain. Kalau kita diajak untuk melompat pagar misalnya, usahakanlah mengelak, katakannlah tidak pandai memanjat atau takut pada tempat yang tinggi atau lain-lain usaha yang sesuai untuk mengelak. Kalau mereka mengajak kita menyanyi bersama-sama berilah 'sedikit' waktu kita untuk bernyanyi bersama mereka.
Dalam hati harus kita PASANG DINDING PEMISAH, ATAU TEMBOK PEMISAH, katakan dalam hati "AKU DI SINI MEMBENTUK MASA DEPANKU YANG GEMILANG , TIDAK AKAN AKU HANCURKAN MASA DEPANKU BERSAMA KAMU. Kita 'sedikit' saja bersama mereka, untuk menyelamatkan diri kita, supaya mereka tidak memusuhi kita dan mengancam kita, supaya kita tidak susah berada di asrama itu dengan sebab kehadiran mereka. Supaya mereka merasa bahwa kita juga adalah 'teman' mereka.
* Para pelajar yang berada di asrama haruslah disiplin, ikutlah semua peraturan yang ada, yakinlah bahwa setiap peraturan itu pasti ada manfaatnya.
Bangunlah cepat, pada waktu subuh, pergilah solat berjemaah ke surau, bangun pagi menguatkan badan, pahala yang besar dari ALLAH dapat pula kita terima, kita berbaik pula dengan satu lagi kumpulan yaitu 'geng surau' yang akan menganggap kita adalah teman rapat mereka. kalau ada nasyid ikuti juga mungkin kita yang akan ditonjolkan ke depan kalau memang kita mempunya suara merdu.
*Yang paling penting kita mestilah masuk 'geng kutu buku' , yang hanya belajar, belajar dan belajar. Di sinilah kita harus menguras tenaga kita sebanyak-banyaknya. Disinilah kita bejuang sekuat tenaga untuk mencapai cita-cita. Dalam kumpulan ini kita berusaha mengajak teman-teman kita bersoal jawab dalam study group untuk memudahkan kita mengingat semua pelajaran untuk modal kita menghadapi peperiksaan.
Kita dapat bergaul dengan semua kumpulan, tidak ada kerisauan dan ketakutan yang akan mengganggu konsentrasi kita untuk belajar, semua mereka adalah 'teman' kita. Kita berbaik dengan semua tidak ada permusuhan, pasti kita tidak terlibat dengan perkelahian di asrama. Hidup kita tenang aman.
Mungkin yang kita bicarakan itu hnya sedikit, mungkin tidak sampai 1% , tetapi kalau yang satu peratus itu adalah kita, tentulah sangat berbahaya. Kita perlu melindungi diri kita dari sekecil manapun bahaya yang mengancam.
Penulis mendapatkan idea untuk menulis, disamping mempunyai pengalaman dan pengetahuan sebagai seorang guru, penulis juga mengutip dari pangalaman dan cerita anakku MUHAMMAD IMAN , selama belajar di ASRAMA MRSM JASSIN MELAKA. Sepuluh tahun sebelumnya anakku MOHD IRWAN DAHNIL juga belajar di MRSM yang sama. Ketika itu terjadi perkelahian antara pelajar. Walaupun tidak terlibat dengan perkelahian itu, anakku Mohd Irwan tidak suka dengan suasana di situ. dia minta dipindahkan ke MRSM lain. Aku mempercayakan dia, supaya dia mampu mengurus dirinya sendiri. Dengan berani dia pergi berjumpa sendiri dengan pegawai MARA, untuk dipindahkan ke MRSM Kuantan. Bermula dari itu, aku yakinkan dia, bahwa dia mampu, jadilah dia orang yang percaya diri dan dapat berdikari menguruskan segala sesuatu. Mudah-mudahan pembaca dapat manfaat dari tulisan ini. AMIN !!!!!!!!!!!!!
Thursday, 10 May 2012
PEDOMAN MEMILIH TADIKA YANG TEPAT MEMBANGUN MINDA DAN PERKEMBANGAN KANAK-KANK
PEDOMAN MEMILIH TADIKA YANG TEPAT UNTUK MEMBANGUN
MINDA DAN PERKEMBANGAN KANAK-KANAK
Memasukkan anak ke Tadika tidak boleh yang memudahkan orang tua sahaja, yang dekat dari rumah, yang murah bayarannya, yang ikut-ikut orang lain yang ramai memasukkan anak mereka, atau ke Tadika yang mempunyai iklan yang banyak di mana-mana ada perpasang iklan Tadikanya.
Memilih Tadika haruslah kita ketahui sukatan pelajarannya, sesuai atau tidak dengan umur kanak-kanak, kita harus ketahui juga cara pengajarannya , ikut MONTESSORI atau ikut pakar pendidikan yang mana satu yang dipilih. Yang paling penting kita harus melihat pendidikan guru-guru yang mengajar di Tadika itu, adakah para guru mendapat latihan, adakah para guru belajar psykologi kanak-kanak, adakah para guru belajar cara mendidik kanak-kanak, serta menyayangi kanak-kanak dan suka dengan kanak-kanak.
Bacalah tulisan saya yang bertajuk :
TADIKA YANG BAGAIMANA SESUAI UNTUK ANAK KESAYANGAN ANDA ?
ada tiga tulisan no 1, no 2 dan no 3. Bacalah ketiga-tiganya terlebih dahulu.
MINDA DAN PERKEMBANGAN KANAK-KANAK
Memasukkan anak ke Tadika tidak boleh yang memudahkan orang tua sahaja, yang dekat dari rumah, yang murah bayarannya, yang ikut-ikut orang lain yang ramai memasukkan anak mereka, atau ke Tadika yang mempunyai iklan yang banyak di mana-mana ada perpasang iklan Tadikanya.
Memilih Tadika haruslah kita ketahui sukatan pelajarannya, sesuai atau tidak dengan umur kanak-kanak, kita harus ketahui juga cara pengajarannya , ikut MONTESSORI atau ikut pakar pendidikan yang mana satu yang dipilih. Yang paling penting kita harus melihat pendidikan guru-guru yang mengajar di Tadika itu, adakah para guru mendapat latihan, adakah para guru belajar psykologi kanak-kanak, adakah para guru belajar cara mendidik kanak-kanak, serta menyayangi kanak-kanak dan suka dengan kanak-kanak.
Bacalah tulisan saya yang bertajuk :
TADIKA YANG BAGAIMANA SESUAI UNTUK ANAK KESAYANGAN ANDA ?
ada tiga tulisan no 1, no 2 dan no 3. Bacalah ketiga-tiganya terlebih dahulu.
PEDOMAN MENDIDIK KANAK-KANAK MENUJU KEJAYAAN
PEDOMAN MENDIDIK KANAK-KANAK MENUJU KEJAYAAN
PERINGKAT AWAL
Pendidikan untuk kanak-kanak haruslah kita mulai seawal mungkin, bahkan ada pakar pendidikan mengatakan mendidik itu harus di mulai dari dalam kandungan.
Setiap orang tua mesti mendambakan anak-anak mereka menjadi seseorang, orang yang bijak pandai, orang yang berguna, bagi orang islam tentulah mengharapkan jadi orang yang soleh, berbakti untuk orang tua agama dan bangsa.
Untuk mencapai tujuan, kita harus tahu dulu matlamat kita. Yng menjadi objek kita adalak kanak-kanak. Sebelum kita melangkah mencapai tujuan kita, kita harus mengetahui lebih dahulu, hakikat kanak-kanak itu. Kanak-kanak bukanlah orang dewasa yang badannya kecil, kanak-kanak aalah kanak-kanak tidak ada yang sama dengannya, selain dari ukiran badannyanya kecil yang membedakannya dengan orang dewasa, yang lebih lagi mereka berbeda dari kehendak, kemampuan, mereka masih dalam taraf pertumbuhan, jasmani dan rohani dan lain-lain perbedaan, yang harus kita ketahui lebih dahulu sebelum kita dapat melangkah, untuk mendidik kanak-kanak sesuai dengan matlamat kita.
Untuk mengetahui semuanya itu kita harus membaca terlebih dahulu beberapa tulisan saya terdahulu;
* Siapakah kanak-kanak itu 1
* Siapakah kanak-kanak itu 2
* Menanamkan Kepercayaan Diri 1
* Menanamkan Kepercayaan Diri 2
* Menanamkam Kepercayaan Diri 3
* Menungkah Arus untuk Mendidik Kanak-kanak
* Karakter Seseorang di tentukan Oleh ..........
Setelah membaca dan memahami 7 tulisan itu harus kita tautkan dan kita praktikkan dalam kehidupan kita, seterusnya kita ketahui pula bagaimana selanjutnya.
PERINGKAT AWAL
Pendidikan untuk kanak-kanak haruslah kita mulai seawal mungkin, bahkan ada pakar pendidikan mengatakan mendidik itu harus di mulai dari dalam kandungan.
Setiap orang tua mesti mendambakan anak-anak mereka menjadi seseorang, orang yang bijak pandai, orang yang berguna, bagi orang islam tentulah mengharapkan jadi orang yang soleh, berbakti untuk orang tua agama dan bangsa.
Untuk mencapai tujuan, kita harus tahu dulu matlamat kita. Yng menjadi objek kita adalak kanak-kanak. Sebelum kita melangkah mencapai tujuan kita, kita harus mengetahui lebih dahulu, hakikat kanak-kanak itu. Kanak-kanak bukanlah orang dewasa yang badannya kecil, kanak-kanak aalah kanak-kanak tidak ada yang sama dengannya, selain dari ukiran badannyanya kecil yang membedakannya dengan orang dewasa, yang lebih lagi mereka berbeda dari kehendak, kemampuan, mereka masih dalam taraf pertumbuhan, jasmani dan rohani dan lain-lain perbedaan, yang harus kita ketahui lebih dahulu sebelum kita dapat melangkah, untuk mendidik kanak-kanak sesuai dengan matlamat kita.
Untuk mengetahui semuanya itu kita harus membaca terlebih dahulu beberapa tulisan saya terdahulu;
* Siapakah kanak-kanak itu 1
* Siapakah kanak-kanak itu 2
* Menanamkan Kepercayaan Diri 1
* Menanamkan Kepercayaan Diri 2
* Menanamkam Kepercayaan Diri 3
* Menungkah Arus untuk Mendidik Kanak-kanak
* Karakter Seseorang di tentukan Oleh ..........
Setelah membaca dan memahami 7 tulisan itu harus kita tautkan dan kita praktikkan dalam kehidupan kita, seterusnya kita ketahui pula bagaimana selanjutnya.
Wednesday, 9 May 2012
KARAKTER SESEORANG DITENTUKAN OLEH........
KARAKTER SESEORANG DITENTUKAN OLEH........
Karakter seseorang ditentukan sebagian besar dari pendidikan di waktu kecil ditambahh lagi dengan lingkungan di mana dia dibesarkan. (teori TABULARASA JOHN LOKE )
Teori ini bukan sekedar teori, tetapi tentu saja telah terbukti.
Bacalahlah tulisan saya bertajuk ANUGERAH YANG DILUPAKAN dan SATU JENIS MANUSIA YANG MENGERIKAN. Kedua-dua tulisan itu menggambarkan karakter seseorang yang sangat kasar, sangat egois, hanya mementingkan diri sendiri, tidak pernah mengingat kesusahan dan penderitaan orang lain asalkan diri senang, gembira dan seronok. Merasa puas hati kalau dapat menghancurkan orang-orang yang dirasakanya menghalangi kegembiraan dan kepuasan hidupnya. Tulisan saya itu diilhamkan dari kisah yang benar-benar terjadi, bukan rekaan semata-mata.True story.
(MEMBENTUK KARAKTER YANG BAIK DAN TERPUJI AKAN KITA PERKATAKAN PADA TULISAN YANG AKAN DATANG)
Karakter manusia dalam kedua-dua tulisan itu adalah karakter yang harus kita elakkan, kenapa karakter itu terjadi adalah diasebabkan oleh kedua faktor yang di sebutkan di atas.
- PENDIDIKAN YANG DITERIMANYA SEMASA KECIL
-LINGKUNGAN TEMPAT DIA DI BESARKAN, ditambah lagi dengan;
-PEMBAWAANNYA SEJAK LAHIR (tetapi ini kita bincangkan kemudian).
Satu dan dua dapat kita usahakan dan dapat kita ciptakan, anak-anak kita 24 jam bersama kita, sebelum dia melangkahkan kakinya ke sekolah, sebelum bersekolah telah dapat kita mulai mendidiknya.
Sebab sudah ada contoh karakter seperti dalam dua cerita tersebut diatas kita sediliki dulu kenapa terjadi karakter seperti itu. Sebabnya:
- 1) Antara kedua ibu bapa sering bertengkar, barangkali saling tengking menengking, atau lebih dahsyat lagi kalau saling pukul memukul, kalau dalam pembawaan anak sejak lahir ada sifat suka berkelahi itu, maka anak itu akan memihak orang yang menang dalam pergaduhan itu, dia akan meniru karakter yang menang.
- 2) Dalam rumah tangga biasa menggunakan kata-kata yang kasar-kasar contohnya untuk kata makan digunakan mentedarah atau mencekik telebih lagi kalau ada rasa tak puas hati. Zaman sekarang kata-kata begini terasa sangat kasar tetapi jangan lupa dia masih ada. Masih digunakan dalam kalangan orangorang ..........
Perlu diketahui orang-orang yang menggunakan kata-kata kasar begini merasa puas dan tenteram hatinya dalam menggunakan kata-kata kasar dibandingkan dengan menggunakan kata-kata biasa. Ini adalah modal bagi si anak untuk bertengkar dan berkelahi dengan siapapun. Dia cepat meradang, cepat tersinggung dan marah, cepat melenting, terus maju ke depan untuk meluahkan kata-katanya yang kesat sebab dia "mempunyai modal kata-kata yang mencukupi" untuk berkelahi.
- 3) Dalam rumah tangga anggota keluarga hidup secara nafsi-nafsi, ENGKAU ENGKAU, AKU AKU, TIDAK PEDULI, tidak menghiraukan anggota keluarga yang lain, hanya memikirkan untuk kepentingan diri, tidak ada perbualan, tidak pernah ada anggota keluarga meluahkan perasaan kepada anggota keluarga yang lain ketika susah atau ketika gembira, tidak ada sikap saling tolong menolong, pendek kata seperti ada jurang atau dinding antara satu dengan yang lain, walaupun hakekatnya satu rumah tetapi jarak masing-masing sangat jauh.
- 4) Dalam rumah tangga terdapat perasaan saling membenci, yang seorang merasakan orang lain adalah pengganggu baginya, hatinya dipenuhi oleh rasa marah semata-mata, semuanya tak kena ingin marah selalu kepada adik-adik, abang atau kakak, dan hanya meluahkan rasa tak puas hati, benci dan yang negetif belaka.
- 5) Dalam rumah tangga tidak ada rasa persaudaraan, tidak ada rasa BERKEWAJIPAN menolong adik, abang atau kakak, hidup aku untukku hidup engkau untuk engkau, buatlah apa yang kamu suka akupun buat apa yang aku suka.
- 6) orang tua selalu memarahi anak-anak, selalu saja anak-anak yang dipersalahkan, orang tua tak pernah salah, walaupun salah tetap tidak salah anaklah yang bersalah. Hilanglah rasa percaya diri, hilang rasa hormat pada orang tua, dalam hati si anak timbul dendam terhadap orang tua, timbul rasa benci dan sakit hati, si anak tidak dapat membalasnya, semakin lama dendam semakin besar, menyebabkan ada anak-anak yang lari dari rumah mengikutkan kawan-kawannya yang dirasakannya lebih memahaminya dan memberikan perlindungan kepadanya.
- 7) Orang tua membentuk jurang pemisah antara dirinya dan anak-anaknya. Ada dinding antara orang tua dan anak-anak. Seperti seorang raja dengan rakyat. Tidak ada komunikasi yang baik antara orang tua dan anak-anak, anak-anak harus tunduk dan takut kepada orang tua, betul atau salah harus ikut cakap orang tua, tidak ada pilihan lain.
Tidak ada kesempatan bagi anak-anak mengeluarkan pendapat, tidak ada kesempatan mempertahankan diri kalau dia dipersalahkan yang sebenarnya dia tidak salah. Kadang-kadang anak-anak ingin menyatakan bahwa tuduhan yang dilemparkan kepadanya adalah tidak betul, itupun tak dapat. Tidak ada kesempatan mengemukakan pertimbangan mana yang baik dan mana yang tidak baik, untuk diri anak itu sendiri. Semuanya harus diikuti.
- 8) Memanjakan anak secara berlebihan,sehingga keluar batas.
Kadang-kadang orang tua memanjakan anak-anak, sangat berlebihan, semua dikerjakan oleh orang tua, diikuti semua permintaan anak, dan dituruti semua PERINTAHNYA.
"Mak ambilkan bola tu", padahal bola mainannya itu dapat diambilnya sendiri dan dekat dengannya. "Mak ambilkan tuala", tualanya itu mudah saja untuk mengambilnya.
"Mak buang sampah ni ", "Mak ambilkan buku tu", "Mak cepat ambilkan mainan tu"
Dan banyak lagi. Kalau ini terbiasa anak akan menganggap orang tuanya sebagai hamba.
Sampai suatu peringkat orang tua tidak mungkin lagi menurut perintahnya, anak akan terkejut, hairan dan marah, mulai dia benci kepada orang tuanya. Begitu juga kalau semua permintaannya dituruti, sampai suatu waktu orang tua tidak dapat memenuhi permintaan, anak akan meradang dan melawan orang tua.
Jangan biarkan anak-anak memukul atau menyakiti orang tua, Walaupun anak masih kecil, dan belum mengerti, perbuatan ini harus dilarang, ini akan lebih bahaya lagi,
apa saja yang tidak berkenan dihati anak, mereka akan melepaskan geramnya memukul ibunya atau bapanya. Sebenarnya anak-anak itu sayang kepada ibu bapanya tetapi kerana sudah terbiasa, mereka melakukannya juga hilang pertimbangan dirinya. Bukankah sering kita dengar anak-anak yang mencederakan orang tua sendiri ?
BAGAIMANA KALAU KITA SUDAH TERLANJUR MENDIDIK ANAK-ANAK KITA SEPERTI YANG KITA SEBUT DI ATAS ? MASIHKAH ADA JALAN UNTUK MEMPERBAIKI DAN MENGUBAH KARAKTER ANAK-ANAK KITA ?
TENTU ADA JALAN.
Karakter seseorang ditentukan sebagian besar dari pendidikan di waktu kecil ditambahh lagi dengan lingkungan di mana dia dibesarkan. (teori TABULARASA JOHN LOKE )
Teori ini bukan sekedar teori, tetapi tentu saja telah terbukti.
Bacalahlah tulisan saya bertajuk ANUGERAH YANG DILUPAKAN dan SATU JENIS MANUSIA YANG MENGERIKAN. Kedua-dua tulisan itu menggambarkan karakter seseorang yang sangat kasar, sangat egois, hanya mementingkan diri sendiri, tidak pernah mengingat kesusahan dan penderitaan orang lain asalkan diri senang, gembira dan seronok. Merasa puas hati kalau dapat menghancurkan orang-orang yang dirasakanya menghalangi kegembiraan dan kepuasan hidupnya. Tulisan saya itu diilhamkan dari kisah yang benar-benar terjadi, bukan rekaan semata-mata.True story.
(MEMBENTUK KARAKTER YANG BAIK DAN TERPUJI AKAN KITA PERKATAKAN PADA TULISAN YANG AKAN DATANG)
Karakter manusia dalam kedua-dua tulisan itu adalah karakter yang harus kita elakkan, kenapa karakter itu terjadi adalah diasebabkan oleh kedua faktor yang di sebutkan di atas.
- PENDIDIKAN YANG DITERIMANYA SEMASA KECIL
-LINGKUNGAN TEMPAT DIA DI BESARKAN, ditambah lagi dengan;
-PEMBAWAANNYA SEJAK LAHIR (tetapi ini kita bincangkan kemudian).
Satu dan dua dapat kita usahakan dan dapat kita ciptakan, anak-anak kita 24 jam bersama kita, sebelum dia melangkahkan kakinya ke sekolah, sebelum bersekolah telah dapat kita mulai mendidiknya.
Sebab sudah ada contoh karakter seperti dalam dua cerita tersebut diatas kita sediliki dulu kenapa terjadi karakter seperti itu. Sebabnya:
- 1) Antara kedua ibu bapa sering bertengkar, barangkali saling tengking menengking, atau lebih dahsyat lagi kalau saling pukul memukul, kalau dalam pembawaan anak sejak lahir ada sifat suka berkelahi itu, maka anak itu akan memihak orang yang menang dalam pergaduhan itu, dia akan meniru karakter yang menang.
- 2) Dalam rumah tangga biasa menggunakan kata-kata yang kasar-kasar contohnya untuk kata makan digunakan mentedarah atau mencekik telebih lagi kalau ada rasa tak puas hati. Zaman sekarang kata-kata begini terasa sangat kasar tetapi jangan lupa dia masih ada. Masih digunakan dalam kalangan orangorang ..........
Perlu diketahui orang-orang yang menggunakan kata-kata kasar begini merasa puas dan tenteram hatinya dalam menggunakan kata-kata kasar dibandingkan dengan menggunakan kata-kata biasa. Ini adalah modal bagi si anak untuk bertengkar dan berkelahi dengan siapapun. Dia cepat meradang, cepat tersinggung dan marah, cepat melenting, terus maju ke depan untuk meluahkan kata-katanya yang kesat sebab dia "mempunyai modal kata-kata yang mencukupi" untuk berkelahi.
- 3) Dalam rumah tangga anggota keluarga hidup secara nafsi-nafsi, ENGKAU ENGKAU, AKU AKU, TIDAK PEDULI, tidak menghiraukan anggota keluarga yang lain, hanya memikirkan untuk kepentingan diri, tidak ada perbualan, tidak pernah ada anggota keluarga meluahkan perasaan kepada anggota keluarga yang lain ketika susah atau ketika gembira, tidak ada sikap saling tolong menolong, pendek kata seperti ada jurang atau dinding antara satu dengan yang lain, walaupun hakekatnya satu rumah tetapi jarak masing-masing sangat jauh.
- 4) Dalam rumah tangga terdapat perasaan saling membenci, yang seorang merasakan orang lain adalah pengganggu baginya, hatinya dipenuhi oleh rasa marah semata-mata, semuanya tak kena ingin marah selalu kepada adik-adik, abang atau kakak, dan hanya meluahkan rasa tak puas hati, benci dan yang negetif belaka.
- 5) Dalam rumah tangga tidak ada rasa persaudaraan, tidak ada rasa BERKEWAJIPAN menolong adik, abang atau kakak, hidup aku untukku hidup engkau untuk engkau, buatlah apa yang kamu suka akupun buat apa yang aku suka.
- 6) orang tua selalu memarahi anak-anak, selalu saja anak-anak yang dipersalahkan, orang tua tak pernah salah, walaupun salah tetap tidak salah anaklah yang bersalah. Hilanglah rasa percaya diri, hilang rasa hormat pada orang tua, dalam hati si anak timbul dendam terhadap orang tua, timbul rasa benci dan sakit hati, si anak tidak dapat membalasnya, semakin lama dendam semakin besar, menyebabkan ada anak-anak yang lari dari rumah mengikutkan kawan-kawannya yang dirasakannya lebih memahaminya dan memberikan perlindungan kepadanya.
- 7) Orang tua membentuk jurang pemisah antara dirinya dan anak-anaknya. Ada dinding antara orang tua dan anak-anak. Seperti seorang raja dengan rakyat. Tidak ada komunikasi yang baik antara orang tua dan anak-anak, anak-anak harus tunduk dan takut kepada orang tua, betul atau salah harus ikut cakap orang tua, tidak ada pilihan lain.
Tidak ada kesempatan bagi anak-anak mengeluarkan pendapat, tidak ada kesempatan mempertahankan diri kalau dia dipersalahkan yang sebenarnya dia tidak salah. Kadang-kadang anak-anak ingin menyatakan bahwa tuduhan yang dilemparkan kepadanya adalah tidak betul, itupun tak dapat. Tidak ada kesempatan mengemukakan pertimbangan mana yang baik dan mana yang tidak baik, untuk diri anak itu sendiri. Semuanya harus diikuti.
- 8) Memanjakan anak secara berlebihan,sehingga keluar batas.
Kadang-kadang orang tua memanjakan anak-anak, sangat berlebihan, semua dikerjakan oleh orang tua, diikuti semua permintaan anak, dan dituruti semua PERINTAHNYA.
"Mak ambilkan bola tu", padahal bola mainannya itu dapat diambilnya sendiri dan dekat dengannya. "Mak ambilkan tuala", tualanya itu mudah saja untuk mengambilnya.
"Mak buang sampah ni ", "Mak ambilkan buku tu", "Mak cepat ambilkan mainan tu"
Dan banyak lagi. Kalau ini terbiasa anak akan menganggap orang tuanya sebagai hamba.
Sampai suatu peringkat orang tua tidak mungkin lagi menurut perintahnya, anak akan terkejut, hairan dan marah, mulai dia benci kepada orang tuanya. Begitu juga kalau semua permintaannya dituruti, sampai suatu waktu orang tua tidak dapat memenuhi permintaan, anak akan meradang dan melawan orang tua.
Jangan biarkan anak-anak memukul atau menyakiti orang tua, Walaupun anak masih kecil, dan belum mengerti, perbuatan ini harus dilarang, ini akan lebih bahaya lagi,
apa saja yang tidak berkenan dihati anak, mereka akan melepaskan geramnya memukul ibunya atau bapanya. Sebenarnya anak-anak itu sayang kepada ibu bapanya tetapi kerana sudah terbiasa, mereka melakukannya juga hilang pertimbangan dirinya. Bukankah sering kita dengar anak-anak yang mencederakan orang tua sendiri ?
BAGAIMANA KALAU KITA SUDAH TERLANJUR MENDIDIK ANAK-ANAK KITA SEPERTI YANG KITA SEBUT DI ATAS ? MASIHKAH ADA JALAN UNTUK MEMPERBAIKI DAN MENGUBAH KARAKTER ANAK-ANAK KITA ?
TENTU ADA JALAN.
Monday, 7 May 2012
ANUGERAH YANG TERLUPAKAN
ANUGERAH YANG TERLUPAKAN
Tiada sedikitpun ku menyangka niatku yang tulus, tersimpan hajat untuk membetulkan keadaan terbalik menjadi bomerang bagiku, hampir aku jadi setengah lumpuh menghadapi serangan yang bertubi-tubi dari berbagai arah, musuh yang tidak kukenal, entah dari mana datangnya, tidak tahu lagi aku mana yang lawan dan mana yang kawan.
"Siapa orang yang kamu maksudkan itu? pembantu, atau tukang kebun kamu ?" aku bertanya terus terang tanpa berselindung.
"Ya Allah bapak kamu yang kamu maksudkan? Kenapa dengan bapakmu apakah dia tidak membiayai hidup kamu ?" tambahku lagu. Aku tersangat heran, bapaknya membiayai keluarga mereka sangat berkecukupan bahkan aku tahu hidup mereka jauh di atas, melebihi orang-orang biasa. Dapat dikatakan sangat mewah.
Nuraniku terasa sangat tertekan melihat tulisannya yang mengandung penghinaan kepada bapaknya itu. Bergejolak dalamanku ingin membela bapaknya. Memang tidak patut perlakuannya terhadap bapaknya itu. Aku kenal sekali bapaknya itu, menafkahi mereka dengan tulus ikhlas menyediakan kemewahan untuk anak-anaknya dan isterinya yang tidak bekerja , semua keperluan tinggal meminta.
"Apakah kamu tidak takut dengan hukum karma, ? kamu sedang hamil, bagaimana kalau anak dalam kandungan kamu itu memperlakukan kamu, sebagaimana kamu memperlakukan bapakmu itu ?" aku bertanya sedikit marah, bermaksud untuk menyedarkan dia supaya berhenti menghina bapaknya itu. Memang dalam pikiranku aku bermaksud untuk mengingatkan dia kalau-kalau dia terlupa.
"Heh kenapa bawa-bawa anak saya dalam kandungan, kamu sudah tua ka;lau tidak dapat menasehatkan lebih baik diam. Aku dengan bapa aku, aku punya suka mengapa kamu ikut campur ?" jawabnya dengan bengis.
banyak lagi kata-katanya tak sampai hati aku untuk mengucapkannya, tidak dapat aku menirunya sangat dahsyat, sedang dalam perbendaharaanku hanya ada kata-kata indah dan baik-baik, memang hanya itu yang aku miliki.
Datang lagi beberapa orang lain dengan sekeranjang kata-kata dahsyat yang mengerikan menyerangku, datang lagi yang lain, datang lagi yang lain, datang lagi yang lain, semua level yang sama dan sejenis.
Betul-betul aku hancur lumat dikerjakan mereka yang memiliki sekawah gunung berapi kata-kata dahsyat yang menjijikkan dan mengerikan itu. Sedangkan aku tidak memiliki kata-kata yang bejat seperti itu dalam perbendaharaanku.
Aku kalah, K O, tetapi aku tersenyum, aku dapat melihat hati mereka, hati sanubari mereka betapa kotornya yang setiap hari mereka tutupi dengan pakian indah mewah mengelabui mata.
Sekali lagi aku tersenyum aku katakan kepada mereka,"Aku tidak akan menjawab 'ayat-ayat indah' dan 'kata-kata manis' kalian ini, aku kembalikan dan aku serahkan kepada Allah untuk menjawabnya, DIALAH YANG MAHA KUASA, MAHA BIJAKSANA dan MAHA MENGETAHUI SEGALA-GALANYA.
Aku merenung sangat jauh sekali pelaku yang aku maksudkan itu pernah magatakan;
"Aku ini titipan Allah .............dan seterusnya ". Dia masih ingat Allah, kenapa dia ketika mendurhakai bapaknya dia tidak ingat larangan Allah ?
Bagaimana dengan mulutnya bukankah titipan Allah ?
INILAH ANUGERAH YANG TERLUPAKAN, mulut adalah anugerah Allah, peliharalah baik-baik dengan cara makan makanan halal yang baik-baik, berbicara juga haruslah baik-baik, pilih kata-kata yang baik-baik, ayat -ayat yang baik-baik, usahakan yang menyenangkan hati orang yang mendengarnya, mungkin dapat menghibur di kala duka, apalagi untuk orang tua dan untuk orang yang tua-tua. Ini adalah perintah Allah yang tertera dalam kitab sucinya. BACALAH ! PELIHARALAH !!! DAN AMALKANLAH !!!!!!!! KITA SEMUA INSYAALLAH SELAMAT .
Sayangi mulut kita, jika kita berbicara yang keji, mesum dan busuk, apakah tidak sama maknanya kita makan makanan yang busuk yang berulat dan yang kotor-kotor seperti pembicaraan kita yang kotor pula. Apa jadinya pada diri anda ?
Perut kitapun hanya berisi yang kotor-kotor pula, itulah gambaran diri kita sangat kotor.
Bermula semuanya dari mulut, peliharalah mulut, mulut adalah annugerah Allah peliharalah ia baik-baik, berikanlah haknya makan dan bicara yang baik-baik.
Bayangkan kalau kita tidak ada MULUT, ALLAH TIDAK MENGANUGERAHKANNYA KEPADA KITA, MASIH DAPATKAH KITA DINAMAKAN MANUSIA ? Bertapa besarnya anugerah yang ALLAH berikan kepada kita, jangan dilupakan. PELIHARALAH BAIK-BAIK.
Bayangkan sejenak !!!!!!!!! anda tidak dikaruniai mulut, bayangkan bagaimana anda ?
Tiada sedikitpun ku menyangka niatku yang tulus, tersimpan hajat untuk membetulkan keadaan terbalik menjadi bomerang bagiku, hampir aku jadi setengah lumpuh menghadapi serangan yang bertubi-tubi dari berbagai arah, musuh yang tidak kukenal, entah dari mana datangnya, tidak tahu lagi aku mana yang lawan dan mana yang kawan.
"Siapa orang yang kamu maksudkan itu? pembantu, atau tukang kebun kamu ?" aku bertanya terus terang tanpa berselindung.
"Ya Allah bapak kamu yang kamu maksudkan? Kenapa dengan bapakmu apakah dia tidak membiayai hidup kamu ?" tambahku lagu. Aku tersangat heran, bapaknya membiayai keluarga mereka sangat berkecukupan bahkan aku tahu hidup mereka jauh di atas, melebihi orang-orang biasa. Dapat dikatakan sangat mewah.
Nuraniku terasa sangat tertekan melihat tulisannya yang mengandung penghinaan kepada bapaknya itu. Bergejolak dalamanku ingin membela bapaknya. Memang tidak patut perlakuannya terhadap bapaknya itu. Aku kenal sekali bapaknya itu, menafkahi mereka dengan tulus ikhlas menyediakan kemewahan untuk anak-anaknya dan isterinya yang tidak bekerja , semua keperluan tinggal meminta.
"Apakah kamu tidak takut dengan hukum karma, ? kamu sedang hamil, bagaimana kalau anak dalam kandungan kamu itu memperlakukan kamu, sebagaimana kamu memperlakukan bapakmu itu ?" aku bertanya sedikit marah, bermaksud untuk menyedarkan dia supaya berhenti menghina bapaknya itu. Memang dalam pikiranku aku bermaksud untuk mengingatkan dia kalau-kalau dia terlupa.
"Heh kenapa bawa-bawa anak saya dalam kandungan, kamu sudah tua ka;lau tidak dapat menasehatkan lebih baik diam. Aku dengan bapa aku, aku punya suka mengapa kamu ikut campur ?" jawabnya dengan bengis.
banyak lagi kata-katanya tak sampai hati aku untuk mengucapkannya, tidak dapat aku menirunya sangat dahsyat, sedang dalam perbendaharaanku hanya ada kata-kata indah dan baik-baik, memang hanya itu yang aku miliki.
Datang lagi beberapa orang lain dengan sekeranjang kata-kata dahsyat yang mengerikan menyerangku, datang lagi yang lain, datang lagi yang lain, datang lagi yang lain, semua level yang sama dan sejenis.
Betul-betul aku hancur lumat dikerjakan mereka yang memiliki sekawah gunung berapi kata-kata dahsyat yang menjijikkan dan mengerikan itu. Sedangkan aku tidak memiliki kata-kata yang bejat seperti itu dalam perbendaharaanku.
Aku kalah, K O, tetapi aku tersenyum, aku dapat melihat hati mereka, hati sanubari mereka betapa kotornya yang setiap hari mereka tutupi dengan pakian indah mewah mengelabui mata.
Sekali lagi aku tersenyum aku katakan kepada mereka,"Aku tidak akan menjawab 'ayat-ayat indah' dan 'kata-kata manis' kalian ini, aku kembalikan dan aku serahkan kepada Allah untuk menjawabnya, DIALAH YANG MAHA KUASA, MAHA BIJAKSANA dan MAHA MENGETAHUI SEGALA-GALANYA.
Aku merenung sangat jauh sekali pelaku yang aku maksudkan itu pernah magatakan;
"Aku ini titipan Allah .............dan seterusnya ". Dia masih ingat Allah, kenapa dia ketika mendurhakai bapaknya dia tidak ingat larangan Allah ?
Bagaimana dengan mulutnya bukankah titipan Allah ?
INILAH ANUGERAH YANG TERLUPAKAN, mulut adalah anugerah Allah, peliharalah baik-baik dengan cara makan makanan halal yang baik-baik, berbicara juga haruslah baik-baik, pilih kata-kata yang baik-baik, ayat -ayat yang baik-baik, usahakan yang menyenangkan hati orang yang mendengarnya, mungkin dapat menghibur di kala duka, apalagi untuk orang tua dan untuk orang yang tua-tua. Ini adalah perintah Allah yang tertera dalam kitab sucinya. BACALAH ! PELIHARALAH !!! DAN AMALKANLAH !!!!!!!! KITA SEMUA INSYAALLAH SELAMAT .
Sayangi mulut kita, jika kita berbicara yang keji, mesum dan busuk, apakah tidak sama maknanya kita makan makanan yang busuk yang berulat dan yang kotor-kotor seperti pembicaraan kita yang kotor pula. Apa jadinya pada diri anda ?
Perut kitapun hanya berisi yang kotor-kotor pula, itulah gambaran diri kita sangat kotor.
Bermula semuanya dari mulut, peliharalah mulut, mulut adalah annugerah Allah peliharalah ia baik-baik, berikanlah haknya makan dan bicara yang baik-baik.
Bayangkan kalau kita tidak ada MULUT, ALLAH TIDAK MENGANUGERAHKANNYA KEPADA KITA, MASIH DAPATKAH KITA DINAMAKAN MANUSIA ? Bertapa besarnya anugerah yang ALLAH berikan kepada kita, jangan dilupakan. PELIHARALAH BAIK-BAIK.
Bayangkan sejenak !!!!!!!!! anda tidak dikaruniai mulut, bayangkan bagaimana anda ?
Saturday, 5 May 2012
SATU JENIS MANUSIA YANG MENGERIKAN
SATU JENIS MANUSIA YANG MENGERIKAN
Ketika aku terbaca dalam facebook, tulisan seorang anak berusia duapuluhan menghina dan mengejek bapanya, aku sangat-sangat terkejut. Aku tahu bapaknya itu orang yang berpangkat, mempunyai gaji yang lumayan besar. Sebab cinta dan kasih sayang pada anak dan isteri, dan ingin menyenangkan isteri, dia mengizinkan supaya isteri hanya menjadi suri rumah sepenuh masa.
Ketika tulisan itu terbaca olehku hatiku rasa kecewa, penulisnya kecil molek, cantik, senyumnya manis, pandangan matanya sayu, memelas memikat hati setiap orang yang memandangnya. Betul-betul aku kecewa, dari lubuk hatiku aku mengharapkan perempuan secantik dia mestilah mempunya pribadi yang luar biasa pula cantiknya.
Secara ironi aku jawab secara bertanya siapa orang yang diejeknya itu, apakah tukang kebunnya, atau pembantunya, sebab kata-katanya itu hanya memang layak untuk mereka. Bukan kata-kata untuk seorang bapa. Pertanyaan ku itu dijawabnya. Wah bukan main kasarnya, dalam kepalaku tidak ada perbendarahan kata sebegitu kasar. Aku masih dengan kalimat-kalimat indah yang memang hanya itu yang aku miliki.
Terjadilah perang tanding di facebook itu, keluarlah semua perbendaharaannya yang kasar-kasar itu, wah !!! wah !!! wah !!! aku dibuatnya seperti tepung, dihancur dan dilumatkannya, seperti mau dimakannya hidup-hidup dengan berbagai-bagai kata-kata yang menjijikkan keluar dalam tulisannya.
Seperti dia mau menghancurkan mau melumatkan, tidak diberinya bernafas, supaya aku tidak dapat lagi kata-kata untuk membela bapaknya.
Sepertinya dia puas dapat menghancur lumatkan orang yang tidak sesuai dengan kehendaknya. Habislah aku sehabis-habisnya dikata-katai bermacam-macam dengan hal-hal yang tidak aku mengerti dan kata-kata yang tidak dapat aku fahami.
Akhirnya aku tersenyum, tersenyum puas, aku berhasil memancing, aku dapat membuka kulit dan menampak isi. Aku berhasil menelanjanginya, tidak ada lagi sehelai benangpun untuk menutupi kemaluannya. Keluarlah semua perbendaharaan busuk, perbendaharaan yang menjijikkan dari dalam dirinya, melalui kata-katanya. terbayang di benakku cerita kuntil anak, yang terlihat seperti perempuan yang sangat cantik mempesona, tetapi sebenarnya adalah hantu yang menakutkan, dan mengerikan. Betul-betul aku terpana ada jenis manusia yang dalam dirinya itu hanya ada keburukan, kebusukan, kekejaman, kezaliman luar biasa, kedurhakaan kepada orang tua. Tak pernah ada dalam hatinya, rasa hormat pada orang tua, rasa persaudaraan dengan orang lain, dan juga tidak ada rasa hiba kasian kepada orang tua sendiri yang telah membesarkan dan memberi pelajaran sehingga ke peringkat sarjana apatah lagi rasa ingin menolong, memang tidak ada secuilpun di hatinya. Rupanya pakaian di luar yang dibaluti dengan tudung indah baju yang menutup aurat dengan berbagai-bagai warna menarik, dengan model-model terkini, adalah pakaian di luar saja, tidak lain tujuannya hanya untuk memikat, sama sekali tidak melambangkan isi hati si pemakainya. Sungguh berhasil penipuannya.
Inilah jenis manusia yang sangat mengerikan, menakutkan.
Dengan penampilan luar yang indah memikat, ditambah lagi dengan senyum manis menawan dan pandangan mata sayu mempesonakan, ditambahkan lagi dengan tutur kata yang lemah lembut merdu tak terkatakan, suara berbicara antara terdengar dengan tiada,
adalah modal untuk kebanggaan diri dan untuk memikat semata.
Wahai kesiannya sang priya, tergoda, dan terpesona dengan kecantikan palsu luaran. dengan susah payah mendapatkan putri idaman, kadang-kadang nyawa menjadi taruhan, tetapi rupanya, adalah sebuah perangkap, terikat terjerat dalam kehidupan yang lain dari yang lain. Kehidupan yang jauh dari kasih sayang, kehidupan yang keras. Tiada lagi kemanisan hidup tiada lagi gelak tawa dan gurau senda, sirna, semuanya sirna, mimpi-mimpi indah yang didambakan, hari-hari indah yang dinanti-nantikan sirna semuanya sirna bersamaan tibanya hari pesta yang kononnya adalah hari yang tersangat bahagia. Hilanglah seri wajah yang ceria berganti dengan wajah keliru seperti tak percaya. Hari-hari yang menggelegar dipendengaran hanyalah WANG ......WANG ........ WANG .......dan WANG ........!!!! HARTA !!! HARTA !!!!! HARTA !!!!!!!!
Aku jauh-jauh datang menghadiri sebuah pesta, maklumlah yang mengadakannya orang berpangkat, undangannya terbatas hanya untuk orang-orang yang berpangkat pula termasuk juga menteri-menteri menjadi tetamu istimewa pula. Gembira hatiku dapat menyaksikannya. kuperhatikan persiapan-persiapan yang diadakan, semuanya meriah semuanya serbaa istimewa. Kuperhatikan rumah pengantin, kelihatan seperti rumah yang baru dibeli dan diperbaiki, adalah disediakan oleh si bapak untuk hadiah kepada putri tercinta. hadiah perkawinan. Betapa bahagianya sang putri mendapat perhatian penuh dari si bapak. Sedangkan ibu tidak bekerja si bapak sendirilah yang menyiapkan segala-galanya. hadiah untuk putri tunggal kesayangan bapaknya. Kuperhatikan lagi satu persatu hiasan-hiasanya semuanya serba mahal belaka, perabot-perabot yang tinggi mutunya. Kuperhatikan lagi baju untuk bersanding adalah baju adat yang mewah untuk dipakai pengantinnya, pelaminannya pelaminan adat yang klasik. Para tetamu yang termasuk saudara disediakan pula baju kot yang menjadikan pemakainya nampak istimewa, gagah dan menawan. Betul-betul pesta itu mendekati sempurna. Kalaulah aku sang putri itu, akan kusanjung bapaku setinggi langit, tidak banyak jumlah bapak yang bertanggung jawab begitu sempurna. Apakah sang putri juga menyanjung bapanya ???????????????
Di luar dugaan.
Sehari sebelum pesta berlangsung aku ternganga, terdengar jerit pekik yang memekakkan telinga , kami yang datang dari jauh ini ternganga-nganga dan terpinga-pinga. "ada apa, ada apa ?" Panjang leher beberapa orang dari rombongan kami ingin tahu keadaan yang sebenarnya.
Adalah juga yang ini jenis manusia yang mengerikan agaknya ?. Dia menangis, menjerit-jerit menghentakkan kakinya meraung bermadah,meratap minta wang dari suaminya. Jeritan hilang setelah wang berada di tangannya. Hidupnya selalu sedap tanpa berkerja hanya mengurus rumah tangga, wang tinggal terima, berapa yang diminta.
Bagaimana kami para tetamu ? kami hanya dapat saling memandang, rupanya dia tidak malu dengan perbuatannya. Setelah dapat yang dimintanya dia hanya memandang kami dengan selamba seperti tidak terjadi apa-apa.
Cukup tangguh dan tahan suaminya bukan ? dapat bertahan puluhan tahun dengan kerenah isteri yang demikan memalukan. Di depan orang ramai dia sanggup berkelakuan seperti itu, kira-kira bagaimanakah tingkah lakunya seandainya tiada siapa yang memperhatikannya?
Kalau sekiranya di hari tuanya sang suami ingin ke luar dari suasana yang begitu, suasana yang mencekam, dan menekan dan mengharu birukan perasaan, ingin mencari ketenangan, ingin menikmati suasana yang berlainan suasana yang tenang dan damai, pengisi hari-hari yang tinggal, sebab hari-hari yang dikorbannya telah terlalu banyak jumlahnya demi kasih sayang kepada anak-anaknya. Apakah salah tindakan sang suami yang ingin mencari ketenangan di luar sana menghilangkan kerunsingan yang tidak tertahankan ? Salahkah ? salahkah ? salahkah ?
Kalau dapat kita mendengarkan jeritan hati sang suami, air mata kita mungkin turut jatuh ke bumi, saat demi saat yang dilalui sungguh mencekam , ingin lari tapi tak dapat lari. terpaut dengan kasih sayang dan tanggung jawab terhadap anak-anak dan isteri . Pada waktu tanggung jawab telah selesai anak-anak sudah bekerja dan yang perempuan sudah bersuami, usiapun sudah tinggi, inilah saatnya untuk pergi.
Adakah kita akan menyalahkan suami ? menuduh suami begitu dan begini dan bermacam-macam lagi ? ? ? ? ? ? ?
Semenjak kejadian itu aku diam, kegembiraanku menghadiri pesta itu rasa tercalar, kenapa ada jenis manusia yang begitu. Kita tidak tahu pendidikan jenis apa yang diperolehnya dari kecil , sehingga hatinya lebih keras dari batu. Tidak pernah memikirkan dan bertimbang rasa dengan orang lain, hanya diri sendiri yang penting.
Biar orang lain merana, menderita asalkan diri sendiri senang dan bahagia.
YA ALLAH YA TUHANKU aku berdoa dan meminta kepadamu, berilah aku PETUNJUK DAN HIDAYAHMU, LINDUNGI AKU DAN ANAK-ANAKKU SERTA CUCU CICITKU dari menjadi orang yang mengerikan seperti itu.
AMIN YA RABBALALAMIN. Perkenankan ya ALLAH.
Ketika aku terbaca dalam facebook, tulisan seorang anak berusia duapuluhan menghina dan mengejek bapanya, aku sangat-sangat terkejut. Aku tahu bapaknya itu orang yang berpangkat, mempunyai gaji yang lumayan besar. Sebab cinta dan kasih sayang pada anak dan isteri, dan ingin menyenangkan isteri, dia mengizinkan supaya isteri hanya menjadi suri rumah sepenuh masa.
Ketika tulisan itu terbaca olehku hatiku rasa kecewa, penulisnya kecil molek, cantik, senyumnya manis, pandangan matanya sayu, memelas memikat hati setiap orang yang memandangnya. Betul-betul aku kecewa, dari lubuk hatiku aku mengharapkan perempuan secantik dia mestilah mempunya pribadi yang luar biasa pula cantiknya.
Secara ironi aku jawab secara bertanya siapa orang yang diejeknya itu, apakah tukang kebunnya, atau pembantunya, sebab kata-katanya itu hanya memang layak untuk mereka. Bukan kata-kata untuk seorang bapa. Pertanyaan ku itu dijawabnya. Wah bukan main kasarnya, dalam kepalaku tidak ada perbendarahan kata sebegitu kasar. Aku masih dengan kalimat-kalimat indah yang memang hanya itu yang aku miliki.
Terjadilah perang tanding di facebook itu, keluarlah semua perbendaharaannya yang kasar-kasar itu, wah !!! wah !!! wah !!! aku dibuatnya seperti tepung, dihancur dan dilumatkannya, seperti mau dimakannya hidup-hidup dengan berbagai-bagai kata-kata yang menjijikkan keluar dalam tulisannya.
Seperti dia mau menghancurkan mau melumatkan, tidak diberinya bernafas, supaya aku tidak dapat lagi kata-kata untuk membela bapaknya.
Sepertinya dia puas dapat menghancur lumatkan orang yang tidak sesuai dengan kehendaknya. Habislah aku sehabis-habisnya dikata-katai bermacam-macam dengan hal-hal yang tidak aku mengerti dan kata-kata yang tidak dapat aku fahami.
Akhirnya aku tersenyum, tersenyum puas, aku berhasil memancing, aku dapat membuka kulit dan menampak isi. Aku berhasil menelanjanginya, tidak ada lagi sehelai benangpun untuk menutupi kemaluannya. Keluarlah semua perbendaharaan busuk, perbendaharaan yang menjijikkan dari dalam dirinya, melalui kata-katanya. terbayang di benakku cerita kuntil anak, yang terlihat seperti perempuan yang sangat cantik mempesona, tetapi sebenarnya adalah hantu yang menakutkan, dan mengerikan. Betul-betul aku terpana ada jenis manusia yang dalam dirinya itu hanya ada keburukan, kebusukan, kekejaman, kezaliman luar biasa, kedurhakaan kepada orang tua. Tak pernah ada dalam hatinya, rasa hormat pada orang tua, rasa persaudaraan dengan orang lain, dan juga tidak ada rasa hiba kasian kepada orang tua sendiri yang telah membesarkan dan memberi pelajaran sehingga ke peringkat sarjana apatah lagi rasa ingin menolong, memang tidak ada secuilpun di hatinya. Rupanya pakaian di luar yang dibaluti dengan tudung indah baju yang menutup aurat dengan berbagai-bagai warna menarik, dengan model-model terkini, adalah pakaian di luar saja, tidak lain tujuannya hanya untuk memikat, sama sekali tidak melambangkan isi hati si pemakainya. Sungguh berhasil penipuannya.
Inilah jenis manusia yang sangat mengerikan, menakutkan.
Dengan penampilan luar yang indah memikat, ditambah lagi dengan senyum manis menawan dan pandangan mata sayu mempesonakan, ditambahkan lagi dengan tutur kata yang lemah lembut merdu tak terkatakan, suara berbicara antara terdengar dengan tiada,
adalah modal untuk kebanggaan diri dan untuk memikat semata.
Wahai kesiannya sang priya, tergoda, dan terpesona dengan kecantikan palsu luaran. dengan susah payah mendapatkan putri idaman, kadang-kadang nyawa menjadi taruhan, tetapi rupanya, adalah sebuah perangkap, terikat terjerat dalam kehidupan yang lain dari yang lain. Kehidupan yang jauh dari kasih sayang, kehidupan yang keras. Tiada lagi kemanisan hidup tiada lagi gelak tawa dan gurau senda, sirna, semuanya sirna, mimpi-mimpi indah yang didambakan, hari-hari indah yang dinanti-nantikan sirna semuanya sirna bersamaan tibanya hari pesta yang kononnya adalah hari yang tersangat bahagia. Hilanglah seri wajah yang ceria berganti dengan wajah keliru seperti tak percaya. Hari-hari yang menggelegar dipendengaran hanyalah WANG ......WANG ........ WANG .......dan WANG ........!!!! HARTA !!! HARTA !!!!! HARTA !!!!!!!!
Aku jauh-jauh datang menghadiri sebuah pesta, maklumlah yang mengadakannya orang berpangkat, undangannya terbatas hanya untuk orang-orang yang berpangkat pula termasuk juga menteri-menteri menjadi tetamu istimewa pula. Gembira hatiku dapat menyaksikannya. kuperhatikan persiapan-persiapan yang diadakan, semuanya meriah semuanya serbaa istimewa. Kuperhatikan rumah pengantin, kelihatan seperti rumah yang baru dibeli dan diperbaiki, adalah disediakan oleh si bapak untuk hadiah kepada putri tercinta. hadiah perkawinan. Betapa bahagianya sang putri mendapat perhatian penuh dari si bapak. Sedangkan ibu tidak bekerja si bapak sendirilah yang menyiapkan segala-galanya. hadiah untuk putri tunggal kesayangan bapaknya. Kuperhatikan lagi satu persatu hiasan-hiasanya semuanya serba mahal belaka, perabot-perabot yang tinggi mutunya. Kuperhatikan lagi baju untuk bersanding adalah baju adat yang mewah untuk dipakai pengantinnya, pelaminannya pelaminan adat yang klasik. Para tetamu yang termasuk saudara disediakan pula baju kot yang menjadikan pemakainya nampak istimewa, gagah dan menawan. Betul-betul pesta itu mendekati sempurna. Kalaulah aku sang putri itu, akan kusanjung bapaku setinggi langit, tidak banyak jumlah bapak yang bertanggung jawab begitu sempurna. Apakah sang putri juga menyanjung bapanya ???????????????
Di luar dugaan.
Sehari sebelum pesta berlangsung aku ternganga, terdengar jerit pekik yang memekakkan telinga , kami yang datang dari jauh ini ternganga-nganga dan terpinga-pinga. "ada apa, ada apa ?" Panjang leher beberapa orang dari rombongan kami ingin tahu keadaan yang sebenarnya.
Adalah juga yang ini jenis manusia yang mengerikan agaknya ?. Dia menangis, menjerit-jerit menghentakkan kakinya meraung bermadah,meratap minta wang dari suaminya. Jeritan hilang setelah wang berada di tangannya. Hidupnya selalu sedap tanpa berkerja hanya mengurus rumah tangga, wang tinggal terima, berapa yang diminta.
Bagaimana kami para tetamu ? kami hanya dapat saling memandang, rupanya dia tidak malu dengan perbuatannya. Setelah dapat yang dimintanya dia hanya memandang kami dengan selamba seperti tidak terjadi apa-apa.
Cukup tangguh dan tahan suaminya bukan ? dapat bertahan puluhan tahun dengan kerenah isteri yang demikan memalukan. Di depan orang ramai dia sanggup berkelakuan seperti itu, kira-kira bagaimanakah tingkah lakunya seandainya tiada siapa yang memperhatikannya?
Kalau sekiranya di hari tuanya sang suami ingin ke luar dari suasana yang begitu, suasana yang mencekam, dan menekan dan mengharu birukan perasaan, ingin mencari ketenangan, ingin menikmati suasana yang berlainan suasana yang tenang dan damai, pengisi hari-hari yang tinggal, sebab hari-hari yang dikorbannya telah terlalu banyak jumlahnya demi kasih sayang kepada anak-anaknya. Apakah salah tindakan sang suami yang ingin mencari ketenangan di luar sana menghilangkan kerunsingan yang tidak tertahankan ? Salahkah ? salahkah ? salahkah ?
Kalau dapat kita mendengarkan jeritan hati sang suami, air mata kita mungkin turut jatuh ke bumi, saat demi saat yang dilalui sungguh mencekam , ingin lari tapi tak dapat lari. terpaut dengan kasih sayang dan tanggung jawab terhadap anak-anak dan isteri . Pada waktu tanggung jawab telah selesai anak-anak sudah bekerja dan yang perempuan sudah bersuami, usiapun sudah tinggi, inilah saatnya untuk pergi.
Adakah kita akan menyalahkan suami ? menuduh suami begitu dan begini dan bermacam-macam lagi ? ? ? ? ? ? ?
Semenjak kejadian itu aku diam, kegembiraanku menghadiri pesta itu rasa tercalar, kenapa ada jenis manusia yang begitu. Kita tidak tahu pendidikan jenis apa yang diperolehnya dari kecil , sehingga hatinya lebih keras dari batu. Tidak pernah memikirkan dan bertimbang rasa dengan orang lain, hanya diri sendiri yang penting.
Biar orang lain merana, menderita asalkan diri sendiri senang dan bahagia.
YA ALLAH YA TUHANKU aku berdoa dan meminta kepadamu, berilah aku PETUNJUK DAN HIDAYAHMU, LINDUNGI AKU DAN ANAK-ANAKKU SERTA CUCU CICITKU dari menjadi orang yang mengerikan seperti itu.
AMIN YA RABBALALAMIN. Perkenankan ya ALLAH.
Subscribe to:
Posts (Atom)