Saturday, 5 May 2012

SATU JENIS MANUSIA YANG MENGERIKAN

                             SATU JENIS MANUSIA YANG MENGERIKAN

Ketika aku terbaca dalam facebook, tulisan seorang anak berusia duapuluhan menghina dan mengejek bapanya, aku sangat-sangat terkejut. Aku tahu bapaknya itu orang yang berpangkat, mempunyai gaji yang lumayan besar. Sebab cinta dan kasih sayang pada anak dan isteri, dan ingin menyenangkan isteri, dia mengizinkan supaya isteri hanya menjadi suri rumah sepenuh masa.

Ketika tulisan itu terbaca olehku hatiku rasa kecewa, penulisnya kecil molek, cantik, senyumnya manis, pandangan matanya sayu, memelas memikat hati setiap orang yang memandangnya. Betul-betul aku kecewa, dari lubuk hatiku aku mengharapkan perempuan secantik dia mestilah mempunya pribadi yang luar biasa pula cantiknya.

Secara ironi aku jawab secara bertanya siapa orang yang diejeknya itu, apakah tukang kebunnya, atau pembantunya, sebab kata-katanya itu hanya memang layak untuk mereka. Bukan kata-kata untuk seorang bapa. Pertanyaan ku itu dijawabnya. Wah bukan main kasarnya, dalam kepalaku tidak ada perbendarahan kata sebegitu kasar. Aku masih dengan kalimat-kalimat indah yang memang hanya itu yang aku miliki.

Terjadilah perang tanding di facebook itu, keluarlah semua perbendaharaannya yang kasar-kasar itu, wah !!! wah !!! wah !!!  aku dibuatnya seperti tepung, dihancur dan dilumatkannya, seperti mau dimakannya hidup-hidup dengan berbagai-bagai kata-kata yang menjijikkan keluar dalam tulisannya.
Seperti dia mau menghancurkan mau melumatkan, tidak diberinya bernafas, supaya aku tidak dapat lagi kata-kata untuk membela bapaknya.
Sepertinya dia puas dapat menghancur lumatkan orang yang tidak sesuai dengan kehendaknya. Habislah aku sehabis-habisnya dikata-katai bermacam-macam dengan hal-hal yang tidak aku mengerti dan kata-kata yang tidak dapat aku fahami.

Akhirnya aku tersenyum, tersenyum puas, aku berhasil memancing, aku dapat membuka kulit dan menampak isi. Aku berhasil menelanjanginya, tidak ada lagi sehelai benangpun untuk menutupi kemaluannya. Keluarlah semua perbendaharaan busuk, perbendaharaan yang menjijikkan dari dalam dirinya, melalui kata-katanya. terbayang di benakku cerita kuntil anak, yang terlihat seperti perempuan yang sangat cantik mempesona, tetapi sebenarnya adalah hantu yang menakutkan, dan mengerikan. Betul-betul aku terpana ada jenis manusia yang dalam dirinya itu hanya ada keburukan, kebusukan, kekejaman, kezaliman luar biasa, kedurhakaan kepada orang tua. Tak pernah ada dalam hatinya, rasa hormat pada orang tua, rasa persaudaraan dengan orang lain, dan juga tidak ada rasa hiba kasian kepada orang tua sendiri yang telah membesarkan dan memberi pelajaran sehingga ke peringkat sarjana apatah lagi rasa ingin menolong, memang tidak ada secuilpun di hatinya.  Rupanya pakaian  di luar yang dibaluti dengan tudung indah baju yang menutup aurat dengan berbagai-bagai warna menarik, dengan model-model terkini, adalah pakaian di luar saja, tidak lain tujuannya hanya untuk memikat, sama sekali tidak melambangkan isi hati si pemakainya. Sungguh berhasil penipuannya.

Inilah jenis manusia yang sangat mengerikan, menakutkan.
Dengan penampilan luar yang indah memikat, ditambah lagi dengan senyum manis menawan dan pandangan mata sayu mempesonakan, ditambahkan lagi dengan tutur kata yang lemah lembut merdu tak terkatakan, suara berbicara antara terdengar dengan tiada,
adalah modal untuk kebanggaan diri dan untuk memikat semata.

Wahai kesiannya sang priya, tergoda, dan terpesona dengan kecantikan palsu luaran. dengan susah payah mendapatkan putri idaman, kadang-kadang nyawa menjadi taruhan, tetapi rupanya, adalah sebuah perangkap, terikat terjerat dalam kehidupan yang lain dari yang lain. Kehidupan yang jauh dari kasih sayang, kehidupan yang keras. Tiada lagi kemanisan hidup tiada lagi gelak tawa dan gurau senda, sirna, semuanya  sirna, mimpi-mimpi indah yang didambakan, hari-hari indah yang dinanti-nantikan sirna semuanya sirna bersamaan tibanya hari pesta yang kononnya adalah hari yang tersangat bahagia. Hilanglah seri wajah yang ceria berganti dengan wajah keliru seperti tak percaya. Hari-hari yang menggelegar dipendengaran hanyalah WANG ......WANG ........ WANG .......dan WANG ........!!!! HARTA !!! HARTA !!!!! HARTA !!!!!!!!         

Aku jauh-jauh datang menghadiri sebuah pesta, maklumlah yang mengadakannya orang berpangkat, undangannya terbatas hanya untuk  orang-orang yang berpangkat pula termasuk juga menteri-menteri menjadi tetamu istimewa pula. Gembira hatiku dapat menyaksikannya. kuperhatikan persiapan-persiapan yang diadakan, semuanya meriah semuanya serbaa istimewa. Kuperhatikan rumah pengantin, kelihatan seperti rumah yang baru dibeli dan diperbaiki, adalah disediakan oleh si bapak untuk hadiah kepada putri tercinta. hadiah perkawinan. Betapa bahagianya sang putri mendapat perhatian penuh dari si bapak. Sedangkan ibu tidak bekerja si bapak sendirilah yang menyiapkan segala-galanya. hadiah untuk putri tunggal kesayangan bapaknya. Kuperhatikan lagi satu persatu hiasan-hiasanya semuanya serba mahal belaka, perabot-perabot yang tinggi mutunya. Kuperhatikan lagi baju untuk bersanding  adalah baju adat yang mewah untuk dipakai pengantinnya, pelaminannya  pelaminan adat yang klasik. Para tetamu yang termasuk saudara disediakan pula baju kot yang menjadikan pemakainya nampak istimewa, gagah dan menawan. Betul-betul pesta itu mendekati sempurna. Kalaulah aku sang putri itu, akan kusanjung bapaku setinggi langit, tidak banyak jumlah bapak yang bertanggung jawab begitu sempurna. Apakah sang putri juga menyanjung bapanya ???????????????

Di luar dugaan.
Sehari sebelum pesta berlangsung aku ternganga, terdengar jerit pekik yang memekakkan telinga , kami yang datang dari jauh ini ternganga-nganga dan terpinga-pinga. "ada apa, ada apa ?" Panjang leher beberapa orang dari rombongan kami ingin tahu  keadaan yang sebenarnya.
Adalah juga yang ini jenis manusia yang mengerikan agaknya ?. Dia menangis, menjerit-jerit menghentakkan kakinya meraung bermadah,meratap minta wang dari suaminya. Jeritan hilang setelah wang berada di tangannya. Hidupnya selalu sedap tanpa berkerja hanya mengurus rumah tangga, wang tinggal terima, berapa yang diminta.
Bagaimana kami para tetamu ? kami hanya dapat saling memandang, rupanya dia tidak malu dengan perbuatannya. Setelah dapat yang dimintanya dia hanya memandang kami dengan selamba seperti tidak terjadi apa-apa.
Cukup tangguh dan tahan suaminya bukan ? dapat bertahan puluhan tahun dengan kerenah isteri yang demikan memalukan. Di depan orang ramai dia sanggup berkelakuan seperti itu, kira-kira bagaimanakah tingkah lakunya seandainya tiada siapa yang memperhatikannya?

Kalau sekiranya  di hari tuanya sang suami ingin ke luar dari suasana yang begitu, suasana yang mencekam, dan menekan dan mengharu birukan perasaan, ingin mencari ketenangan, ingin menikmati suasana yang berlainan suasana yang tenang dan damai, pengisi hari-hari yang tinggal, sebab hari-hari yang dikorbannya telah terlalu banyak jumlahnya demi kasih sayang kepada anak-anaknya. Apakah salah tindakan sang suami yang ingin mencari ketenangan di luar sana menghilangkan kerunsingan yang tidak tertahankan ? Salahkah ? salahkah ? salahkah ?
Kalau dapat kita mendengarkan jeritan hati sang suami, air mata kita mungkin turut jatuh ke bumi, saat demi saat yang dilalui sungguh mencekam , ingin lari tapi tak dapat lari. terpaut dengan kasih sayang dan tanggung jawab terhadap anak-anak dan isteri . Pada waktu tanggung jawab telah selesai anak-anak sudah bekerja dan yang perempuan sudah bersuami, usiapun sudah tinggi, inilah saatnya untuk pergi.
Adakah kita akan menyalahkan suami ? menuduh suami begitu dan begini  dan bermacam-macam lagi ? ? ? ? ? ? ?

Semenjak kejadian itu aku diam, kegembiraanku menghadiri pesta itu rasa tercalar, kenapa ada jenis manusia yang begitu. Kita tidak tahu pendidikan jenis apa yang diperolehnya dari kecil , sehingga hatinya lebih keras dari batu. Tidak pernah memikirkan dan bertimbang rasa dengan orang lain, hanya diri sendiri yang penting.
Biar orang lain merana, menderita asalkan diri sendiri senang dan bahagia.

YA ALLAH YA TUHANKU aku berdoa dan meminta kepadamu, berilah aku PETUNJUK DAN HIDAYAHMU, LINDUNGI AKU DAN ANAK-ANAKKU SERTA CUCU CICITKU dari menjadi orang yang mengerikan seperti itu.
AMIN YA RABBALALAMIN. Perkenankan ya ALLAH.

No comments:

Post a Comment