Friday, 11 May 2012

PEDOMAN SUPAYA TERHINDAR DARI PENGARUH NEGETIF DIASRAMA

              PEDOMAN SUPAYA TERHINDAR DARI PENGARUH NEGATIF
                                                  DIASRAMA

Pelajar-pelajar yang cemerlang akan diasingkan akan dikumpulkan di asrama, untuk memberikan pendidikan dan pengajaran yang lebih intensif.
Mereka ini adalah harapan negara, mereka akan dipersiapkan menjadi orang-orang cerdik pandai negara suatu hari nanti. Negara membelanjakan wang  yang tidak sedikit untuk untuk mempersiapkan perlengkapan pembelajaran mereka di asrama ini. Mulai dari membangun sekolah secara fizikal, yang mendekati sempurna lengkap dengan SURAU, LAPANGAN OLAH RAGA, TEMPAT RIADAH, DAN KESENIAN.
YANG PENTING LAGI UNTUK PEMBELAJARAN SEPERTI LABORATORIUM, PERPUSTAKAAN DAN BANYAK LAGI. semuanya ini menggunakan biaya yang sangat besar, ditambah lagi dengan TENAGA GURU-GURU YANG TERLATIH DAN BERPENGALAMAN, semuanya tersedia yang terbaik untuk anak-anak yang dapat pencapaian yang tinggi di sekolah.

Walaupun demikian ada juga anak-anak yang tergelincir, terjatuh, di asrama yang begitu bagus perlengkapannya. Kadang-kadang tingkah laku jadi berubah ada lelaki yang bersubang, minta wang belanja lebih kepada orang tua dan alin sebagainya.
Kita tidak akan membicarakan hal ini, yang penting bagaimana kita dapat menjadikan asrama sesuai dengan tujuan asalnya, anak-anak ditempatkan  di asrama dengan harapan ASRAMA ADALAH TEMPAT MENEMPA ANAK-ANAK MENJADI ORANG YANG BIJAK PANDAI, BERPENDIDIKAN TINGGI BERAKHLAK MULIA, memenuhi harapan negara menjadi ASSET NEGARA YANG TAK TERNILAI HARGANYA.

Sebelum anak-anak dimasukkan ke asrama, orang tua terlebih dahulu telah mempersiapkan mental si anak, supaya rajin-rajin belajar, ini sudah semestinya, tetapi yang lebih penting lagi yang harus didengungkan selalu ke dalam telinga dan pikiran anak adalah; betapa tingginya harapan ibu bapa, betapa tingginya cita-cita yang harus dicapai, betapa kuatnya dan gigihnya si anak harus berusaha, semua konsentrasi si anak haruslah terfokus untuk mencapai cita-cita, sehingga tidak ada dalam pikiran si anak untuk melakukah hal-hal yang negatif.
Hidup teratur, berdisiplin, terjamin, terjaga, itulah yang harus dibiasakan. Hidup beginilah berjaya membawa seseorang itu mendapat kejayaan.
Bagi orang yang pertama kali marasakan tinggal di asrama, kehidupan di asrama itu adalah kehidupan yang keras, susah untuk diikuti, hati kecil mereka membantah, tidak mau menurut peraturan yang 'keras' itu. Hati mereka memberontak, mereka berusaha mencari beberapa teman yang sama pendapatnya bahwa peratura itu 'keras'. Mulailah mereka mengadakan bermagai-bagai macam reaksi negatif menentang penguasa-penguasa sekolah , yang menghancurkkna diri mereka sendiri.
Siapa di antara pelajar yang tidak mau mengikuti mereka, akan mereka musuhi, kadang-kadang ada diantara pelajar yang terpaksa mengikuti mereka ini kerana terpaksa sebab takut dengan tindakan-tindakan mereka yang kasar.
Bukanlah maksud penulis disini menakut-nakuti ibu bapa untuk memasukkan anak-anak ke asrama, tetapi bagaimana cara supaya hal yang negatif ini tidak terjadi kepada anak kita.Apakah ada jalan untuk mengelakkannya ? Tentulah ada jalan, tetapi kita harus bijaksana.
* Di rumah kita harus mendidik anak-anak kita dengan pengertian, kita harus memperlakukannya sebagai orang dewasa
 maksudnya segala yang memerlukan pemikiran dan pertimbangan  kita ajak  anak kita  ikut serta berpikir untuk menilai buruk dan baiknya, dan memberikan pendapat, kalau memang pendapat anak kita itu adalah betul, kita orang tua haruslah mengikutinya, walaupun pendapat dari anak kita. Misalnya adiknya harus memilih sekolah mana yang terbaik, sekolah agamakah, sekolah pondokkah, atau sekolah yang dekat dengan rumah sajakah ?
Biarkan anak-anak kita memberikan pendapat, kemudian kita orang tua dapat mengambil keputusan dari berbagai-bagai pendapat yang betul. tentulah pendapat masing-masing mempunyai alasan yang betul.
Jika memutuskan suatu perkara dalam hidup ini kita ajak anak-anak kita berpikir, mereka terbiasa berpikir, dan selalu menggunakan pikiran yang matang, mereka tidak akan mudah terpengaruh apalagi dengan hal-hak yang negetif .
* Ketika anak kita ternyata telah diterima masuk asrama, orang tua mestilah menceeritakan serba sedikit keadaan di asrama, hal-hal yang baik dan beberapa hal yang mungkin negatif, dan bagaimana cara mengelakkannya. Jika kebetulan para pelajar berjumpa dengan kumpulan yang melanggar peraturan sekolah seperti yang kita ceritakan tadi, bagaimana?
Jangan para pelajar merasa takut, wajah kita haruslah selamba, seperti kita tidak tahu bahwa mereka dari kumpulan yang melanggar peraturan itu, kita bertegur sapa dengan mereka seperti kepada yang lain-lain. Kalau kita diajak untuk melompat pagar misalnya, usahakanlah mengelak, katakannlah tidak pandai memanjat atau takut pada tempat yang tinggi atau lain-lain usaha yang sesuai untuk mengelak. Kalau mereka mengajak kita menyanyi bersama-sama berilah 'sedikit' waktu kita untuk bernyanyi bersama mereka.
Dalam hati harus kita PASANG DINDING PEMISAH, ATAU TEMBOK PEMISAH, katakan dalam hati "AKU DI SINI MEMBENTUK MASA DEPANKU YANG GEMILANG , TIDAK AKAN AKU HANCURKAN MASA DEPANKU BERSAMA KAMU. Kita 'sedikit' saja  bersama mereka, untuk menyelamatkan diri kita, supaya mereka tidak memusuhi kita dan mengancam kita, supaya kita tidak susah berada di asrama itu dengan sebab kehadiran mereka. Supaya mereka merasa bahwa kita juga adalah 'teman' mereka.
* Para pelajar yang berada di asrama haruslah disiplin, ikutlah semua peraturan yang ada, yakinlah bahwa setiap peraturan itu pasti ada manfaatnya.
Bangunlah cepat, pada waktu subuh, pergilah solat berjemaah ke surau, bangun pagi menguatkan badan, pahala yang besar dari ALLAH dapat pula kita terima, kita berbaik pula dengan satu lagi kumpulan yaitu 'geng surau' yang akan menganggap kita adalah teman rapat mereka. kalau ada nasyid ikuti juga mungkin kita yang akan ditonjolkan ke depan kalau memang kita mempunya suara merdu.
*Yang paling penting kita mestilah masuk 'geng kutu buku' , yang hanya belajar, belajar dan belajar. Di sinilah kita harus menguras tenaga kita sebanyak-banyaknya. Disinilah kita bejuang sekuat tenaga untuk mencapai cita-cita. Dalam kumpulan ini kita berusaha mengajak teman-teman kita bersoal jawab dalam study group untuk memudahkan kita mengingat semua pelajaran untuk modal kita menghadapi peperiksaan.

Kita dapat bergaul dengan semua kumpulan, tidak ada kerisauan dan ketakutan yang akan mengganggu konsentrasi kita untuk belajar, semua mereka adalah 'teman' kita. Kita berbaik dengan semua tidak ada permusuhan, pasti kita tidak terlibat dengan perkelahian di asrama. Hidup kita tenang aman.

Mungkin yang kita bicarakan itu hnya sedikit, mungkin tidak sampai 1% , tetapi kalau yang satu peratus itu adalah kita, tentulah sangat berbahaya. Kita perlu melindungi diri kita dari sekecil manapun bahaya yang mengancam.

Penulis mendapatkan idea untuk menulis, disamping mempunyai pengalaman dan pengetahuan sebagai seorang guru, penulis juga mengutip dari pangalaman dan cerita anakku MUHAMMAD IMAN ,  selama belajar di ASRAMA MRSM JASSIN MELAKA. Sepuluh tahun sebelumnya anakku MOHD IRWAN DAHNIL juga belajar di MRSM yang sama. Ketika itu terjadi perkelahian antara pelajar. Walaupun tidak terlibat dengan perkelahian itu, anakku Mohd Irwan tidak suka dengan suasana di situ. dia minta dipindahkan ke MRSM lain. Aku mempercayakan dia, supaya dia mampu mengurus dirinya sendiri. Dengan berani dia pergi berjumpa sendiri dengan pegawai MARA, untuk dipindahkan ke MRSM Kuantan. Bermula dari itu, aku yakinkan dia, bahwa dia mampu, jadilah dia orang yang percaya diri dan dapat berdikari menguruskan segala sesuatu. Mudah-mudahan pembaca dapat manfaat dari tulisan ini. AMIN !!!!!!!!!!!!!


No comments:

Post a Comment