KARAKTER SESEORANG DITENTUKAN OLEH........
Karakter seseorang ditentukan sebagian besar dari pendidikan di waktu kecil ditambahh lagi dengan lingkungan di mana dia dibesarkan. (teori TABULARASA JOHN LOKE )
Teori ini bukan sekedar teori, tetapi tentu saja telah terbukti.
Bacalahlah tulisan saya bertajuk ANUGERAH YANG DILUPAKAN dan SATU JENIS MANUSIA YANG MENGERIKAN. Kedua-dua tulisan itu menggambarkan karakter seseorang yang sangat kasar, sangat egois, hanya mementingkan diri sendiri, tidak pernah mengingat kesusahan dan penderitaan orang lain asalkan diri senang, gembira dan seronok. Merasa puas hati kalau dapat menghancurkan orang-orang yang dirasakanya menghalangi kegembiraan dan kepuasan hidupnya. Tulisan saya itu diilhamkan dari kisah yang benar-benar terjadi, bukan rekaan semata-mata.True story.
(MEMBENTUK KARAKTER YANG BAIK DAN TERPUJI AKAN KITA PERKATAKAN PADA TULISAN YANG AKAN DATANG)
Karakter manusia dalam kedua-dua tulisan itu adalah karakter yang harus kita elakkan, kenapa karakter itu terjadi adalah diasebabkan oleh kedua faktor yang di sebutkan di atas.
- PENDIDIKAN YANG DITERIMANYA SEMASA KECIL
-LINGKUNGAN TEMPAT DIA DI BESARKAN, ditambah lagi dengan;
-PEMBAWAANNYA SEJAK LAHIR (tetapi ini kita bincangkan kemudian).
Satu dan dua dapat kita usahakan dan dapat kita ciptakan, anak-anak kita 24 jam bersama kita, sebelum dia melangkahkan kakinya ke sekolah, sebelum bersekolah telah dapat kita mulai mendidiknya.
Sebab sudah ada contoh karakter seperti dalam dua cerita tersebut diatas kita sediliki dulu kenapa terjadi karakter seperti itu. Sebabnya:
- 1) Antara kedua ibu bapa sering bertengkar, barangkali saling tengking menengking, atau lebih dahsyat lagi kalau saling pukul memukul, kalau dalam pembawaan anak sejak lahir ada sifat suka berkelahi itu, maka anak itu akan memihak orang yang menang dalam pergaduhan itu, dia akan meniru karakter yang menang.
- 2) Dalam rumah tangga biasa menggunakan kata-kata yang kasar-kasar contohnya untuk kata makan digunakan mentedarah atau mencekik telebih lagi kalau ada rasa tak puas hati. Zaman sekarang kata-kata begini terasa sangat kasar tetapi jangan lupa dia masih ada. Masih digunakan dalam kalangan orangorang ..........
Perlu diketahui orang-orang yang menggunakan kata-kata kasar begini merasa puas dan tenteram hatinya dalam menggunakan kata-kata kasar dibandingkan dengan menggunakan kata-kata biasa. Ini adalah modal bagi si anak untuk bertengkar dan berkelahi dengan siapapun. Dia cepat meradang, cepat tersinggung dan marah, cepat melenting, terus maju ke depan untuk meluahkan kata-katanya yang kesat sebab dia "mempunyai modal kata-kata yang mencukupi" untuk berkelahi.
- 3) Dalam rumah tangga anggota keluarga hidup secara nafsi-nafsi, ENGKAU ENGKAU, AKU AKU, TIDAK PEDULI, tidak menghiraukan anggota keluarga yang lain, hanya memikirkan untuk kepentingan diri, tidak ada perbualan, tidak pernah ada anggota keluarga meluahkan perasaan kepada anggota keluarga yang lain ketika susah atau ketika gembira, tidak ada sikap saling tolong menolong, pendek kata seperti ada jurang atau dinding antara satu dengan yang lain, walaupun hakekatnya satu rumah tetapi jarak masing-masing sangat jauh.
- 4) Dalam rumah tangga terdapat perasaan saling membenci, yang seorang merasakan orang lain adalah pengganggu baginya, hatinya dipenuhi oleh rasa marah semata-mata, semuanya tak kena ingin marah selalu kepada adik-adik, abang atau kakak, dan hanya meluahkan rasa tak puas hati, benci dan yang negetif belaka.
- 5) Dalam rumah tangga tidak ada rasa persaudaraan, tidak ada rasa BERKEWAJIPAN menolong adik, abang atau kakak, hidup aku untukku hidup engkau untuk engkau, buatlah apa yang kamu suka akupun buat apa yang aku suka.
- 6) orang tua selalu memarahi anak-anak, selalu saja anak-anak yang dipersalahkan, orang tua tak pernah salah, walaupun salah tetap tidak salah anaklah yang bersalah. Hilanglah rasa percaya diri, hilang rasa hormat pada orang tua, dalam hati si anak timbul dendam terhadap orang tua, timbul rasa benci dan sakit hati, si anak tidak dapat membalasnya, semakin lama dendam semakin besar, menyebabkan ada anak-anak yang lari dari rumah mengikutkan kawan-kawannya yang dirasakannya lebih memahaminya dan memberikan perlindungan kepadanya.
- 7) Orang tua membentuk jurang pemisah antara dirinya dan anak-anaknya. Ada dinding antara orang tua dan anak-anak. Seperti seorang raja dengan rakyat. Tidak ada komunikasi yang baik antara orang tua dan anak-anak, anak-anak harus tunduk dan takut kepada orang tua, betul atau salah harus ikut cakap orang tua, tidak ada pilihan lain.
Tidak ada kesempatan bagi anak-anak mengeluarkan pendapat, tidak ada kesempatan mempertahankan diri kalau dia dipersalahkan yang sebenarnya dia tidak salah. Kadang-kadang anak-anak ingin menyatakan bahwa tuduhan yang dilemparkan kepadanya adalah tidak betul, itupun tak dapat. Tidak ada kesempatan mengemukakan pertimbangan mana yang baik dan mana yang tidak baik, untuk diri anak itu sendiri. Semuanya harus diikuti.
- 8) Memanjakan anak secara berlebihan,sehingga keluar batas.
Kadang-kadang orang tua memanjakan anak-anak, sangat berlebihan, semua dikerjakan oleh orang tua, diikuti semua permintaan anak, dan dituruti semua PERINTAHNYA.
"Mak ambilkan bola tu", padahal bola mainannya itu dapat diambilnya sendiri dan dekat dengannya. "Mak ambilkan tuala", tualanya itu mudah saja untuk mengambilnya.
"Mak buang sampah ni ", "Mak ambilkan buku tu", "Mak cepat ambilkan mainan tu"
Dan banyak lagi. Kalau ini terbiasa anak akan menganggap orang tuanya sebagai hamba.
Sampai suatu peringkat orang tua tidak mungkin lagi menurut perintahnya, anak akan terkejut, hairan dan marah, mulai dia benci kepada orang tuanya. Begitu juga kalau semua permintaannya dituruti, sampai suatu waktu orang tua tidak dapat memenuhi permintaan, anak akan meradang dan melawan orang tua.
Jangan biarkan anak-anak memukul atau menyakiti orang tua, Walaupun anak masih kecil, dan belum mengerti, perbuatan ini harus dilarang, ini akan lebih bahaya lagi,
apa saja yang tidak berkenan dihati anak, mereka akan melepaskan geramnya memukul ibunya atau bapanya. Sebenarnya anak-anak itu sayang kepada ibu bapanya tetapi kerana sudah terbiasa, mereka melakukannya juga hilang pertimbangan dirinya. Bukankah sering kita dengar anak-anak yang mencederakan orang tua sendiri ?
BAGAIMANA KALAU KITA SUDAH TERLANJUR MENDIDIK ANAK-ANAK KITA SEPERTI YANG KITA SEBUT DI ATAS ? MASIHKAH ADA JALAN UNTUK MEMPERBAIKI DAN MENGUBAH KARAKTER ANAK-ANAK KITA ?
TENTU ADA JALAN.
No comments:
Post a Comment