ANUGERAH YANG TERLUPAKAN
Tiada sedikitpun ku menyangka niatku yang tulus, tersimpan hajat untuk membetulkan keadaan terbalik menjadi bomerang bagiku, hampir aku jadi setengah lumpuh menghadapi serangan yang bertubi-tubi dari berbagai arah, musuh yang tidak kukenal, entah dari mana datangnya, tidak tahu lagi aku mana yang lawan dan mana yang kawan.
"Siapa orang yang kamu maksudkan itu? pembantu, atau tukang kebun kamu ?" aku bertanya terus terang tanpa berselindung.
"Ya Allah bapak kamu yang kamu maksudkan? Kenapa dengan bapakmu apakah dia tidak membiayai hidup kamu ?" tambahku lagu. Aku tersangat heran, bapaknya membiayai keluarga mereka sangat berkecukupan bahkan aku tahu hidup mereka jauh di atas, melebihi orang-orang biasa. Dapat dikatakan sangat mewah.
Nuraniku terasa sangat tertekan melihat tulisannya yang mengandung penghinaan kepada bapaknya itu. Bergejolak dalamanku ingin membela bapaknya. Memang tidak patut perlakuannya terhadap bapaknya itu. Aku kenal sekali bapaknya itu, menafkahi mereka dengan tulus ikhlas menyediakan kemewahan untuk anak-anaknya dan isterinya yang tidak bekerja , semua keperluan tinggal meminta.
"Apakah kamu tidak takut dengan hukum karma, ? kamu sedang hamil, bagaimana kalau anak dalam kandungan kamu itu memperlakukan kamu, sebagaimana kamu memperlakukan bapakmu itu ?" aku bertanya sedikit marah, bermaksud untuk menyedarkan dia supaya berhenti menghina bapaknya itu. Memang dalam pikiranku aku bermaksud untuk mengingatkan dia kalau-kalau dia terlupa.
"Heh kenapa bawa-bawa anak saya dalam kandungan, kamu sudah tua ka;lau tidak dapat menasehatkan lebih baik diam. Aku dengan bapa aku, aku punya suka mengapa kamu ikut campur ?" jawabnya dengan bengis.
banyak lagi kata-katanya tak sampai hati aku untuk mengucapkannya, tidak dapat aku menirunya sangat dahsyat, sedang dalam perbendaharaanku hanya ada kata-kata indah dan baik-baik, memang hanya itu yang aku miliki.
Datang lagi beberapa orang lain dengan sekeranjang kata-kata dahsyat yang mengerikan menyerangku, datang lagi yang lain, datang lagi yang lain, datang lagi yang lain, semua level yang sama dan sejenis.
Betul-betul aku hancur lumat dikerjakan mereka yang memiliki sekawah gunung berapi kata-kata dahsyat yang menjijikkan dan mengerikan itu. Sedangkan aku tidak memiliki kata-kata yang bejat seperti itu dalam perbendaharaanku.
Aku kalah, K O, tetapi aku tersenyum, aku dapat melihat hati mereka, hati sanubari mereka betapa kotornya yang setiap hari mereka tutupi dengan pakian indah mewah mengelabui mata.
Sekali lagi aku tersenyum aku katakan kepada mereka,"Aku tidak akan menjawab 'ayat-ayat indah' dan 'kata-kata manis' kalian ini, aku kembalikan dan aku serahkan kepada Allah untuk menjawabnya, DIALAH YANG MAHA KUASA, MAHA BIJAKSANA dan MAHA MENGETAHUI SEGALA-GALANYA.
Aku merenung sangat jauh sekali pelaku yang aku maksudkan itu pernah magatakan;
"Aku ini titipan Allah .............dan seterusnya ". Dia masih ingat Allah, kenapa dia ketika mendurhakai bapaknya dia tidak ingat larangan Allah ?
Bagaimana dengan mulutnya bukankah titipan Allah ?
INILAH ANUGERAH YANG TERLUPAKAN, mulut adalah anugerah Allah, peliharalah baik-baik dengan cara makan makanan halal yang baik-baik, berbicara juga haruslah baik-baik, pilih kata-kata yang baik-baik, ayat -ayat yang baik-baik, usahakan yang menyenangkan hati orang yang mendengarnya, mungkin dapat menghibur di kala duka, apalagi untuk orang tua dan untuk orang yang tua-tua. Ini adalah perintah Allah yang tertera dalam kitab sucinya. BACALAH ! PELIHARALAH !!! DAN AMALKANLAH !!!!!!!! KITA SEMUA INSYAALLAH SELAMAT .
Sayangi mulut kita, jika kita berbicara yang keji, mesum dan busuk, apakah tidak sama maknanya kita makan makanan yang busuk yang berulat dan yang kotor-kotor seperti pembicaraan kita yang kotor pula. Apa jadinya pada diri anda ?
Perut kitapun hanya berisi yang kotor-kotor pula, itulah gambaran diri kita sangat kotor.
Bermula semuanya dari mulut, peliharalah mulut, mulut adalah annugerah Allah peliharalah ia baik-baik, berikanlah haknya makan dan bicara yang baik-baik.
Bayangkan kalau kita tidak ada MULUT, ALLAH TIDAK MENGANUGERAHKANNYA KEPADA KITA, MASIH DAPATKAH KITA DINAMAKAN MANUSIA ? Bertapa besarnya anugerah yang ALLAH berikan kepada kita, jangan dilupakan. PELIHARALAH BAIK-BAIK.
Bayangkan sejenak !!!!!!!!! anda tidak dikaruniai mulut, bayangkan bagaimana anda ?
No comments:
Post a Comment