Thursday, 2 February 2012

SIAPAKAH KANAK-KANAK ITU ??? ( 2 )

Seorang pakar dalam ilmu pendidikan yang bernama John Lokemengatakan bahwa kanak-kanak itu seumpama sehelai kertas putih yang bersih, orang dewasalah yang akan mencorakkan kertas itu, apakah akan ditulis sesuatu atau akan dilukis diwarnaikan dengan berbagai macam warna yang menarik, atau diconteng-conteng tak tentu hala, seperti itulah hasil pendidikan yang diberikan kepada kanak-kanak itu.
Kalau cantik lukisan pada kertas itu, bermaksa hasil pendidikan yang diberikan itu berjaya, kalau cantik tulisan pada kertas itu, ada hasil yang dapat dibaca, bermakna ada manfaat dari pendidikan yang diberikan.
Kalau kertas itu diconteng-conteng tak tentu hala bermakna pendidikan yang diberikan orang tua tidak mendatangkan sesuatu hasil yang menguntungkan.

WILLIAM STERN  mengatakan bahwa kanak-kanak yang dilahirka itu telah membawa bakat sendiri yang akan berkembang sesuai dengan perkembangannya menuju peringkat dewasa, dan orang tua harus membimbing dan mendorong supaya bakat kanak-kanak itu berkembang danmenjadikan kanak-kanak itu seorang yang berjaya dalam kehidupannya sesuai dengan anugerah yang diberikan oleh SANG PENCIPTA.
Bagaimana kalau orang tua tidak membimbing kanak-kanak tersebut ? Bakat yang ada pada kanak-kanak itu akan tenggelam hailang begitu saja seperti Allah swt, tidak memberikan sesuatu yang sangat berharga kepada kanak-kanak itu. Teramatlah sayang bukan ?
Kanak-kanak yang terbiar seperti nampak bodoh tidak tahu apa-apa, sebenarnya mereka tidak mendapatkan bimbingan dan didikan yang sempurna.
ALLAH swt. menciptakan manusia itu lebih kurang sama, tergantung kepada pendidikan yang diberikan kepadanya dan pendidikan yang diterimanya.

Seorang lagi pakar dalam bidang ilmu pendidikan yaitu MARIA MONTESSORI.
Beliau mengatakan bahwa kanak-kanak itu akan berkembang sesuai dengan bakat yang dibawanya biarkan mereka mengetahui sendiri dengan pengalaman mereka sendiri. Mereka akan mengetahui pisau itu tajam adalah berdasarkan pengalaman sendiri kemungkinan terkena atau terluka oleh pisau itu. Orang dewasa harus mengawasi kanak-kanak supaya tidak membahayakan mereka.

Kesimpulannya, biarkan kanak-kanak itu bergerak sesuai dengan kehendak alam semula jadi kanak-kanak, jangan selalu dimarah dan dipukul .
Dalam pandangan mata orang dewasa kanak-kanak itu nakal, sebenarnya mereka sedang mengembangkan dirinya mencari dan mendapatkan apa yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka.
Sayangi kanak-kanak, fahami mereka, bantu mereka mencari sendiri apa yang ada dalam diri mereka. Jangan dirusak dan dicemari kemampuan yang ada dalam diri-kanak-kanak, sebab ketidaktahuan orang dewasa hal ini memang terjadi. Betapa ruginya .

Berapa orang guru TADIKA yang mengetahui hal ini yang kononnya merekalah yang memberikan pendidikan awal kepada kanak-kanak  ???
Takutnya nanti berapa dosa yang harus dipikul kalau kita sudah merusak anugerah ALLAH swt, yang tersembunyi dalam diri kanak-kanak, yang tidak pernah diketahui, tanpa kita sedari. Lebih takut lagi wang yangkita dapat dari merusak kanak-kanak itu adalah sebagai mata pencaharian kita, sebagai sumber rezeki untuk keluarga.

Saya mohon maaf, terkasar bahasa dan tersilap kata, tugas saya mengingatkan saja.
ALLAH swt lah yang MAHA MENGETAHUI SEGALANYA.

                                                           ********

No comments:

Post a Comment