Tuesday, 7 February 2012

MENANAMKAN KEPERCAYAAN DIRI (2)

Pulang dari sekolah Lila sangat gembira, guru mengikutsertakan  dia dalam pertunjukan yang akan diadakan disekolahnya nanti.
"Sebaiknya waktu pertunjukkan nanti Lila memakai baju yang cantik supaya penampilan lebih menarik", Lila memberikan penjelasan kepada ibunya. Tetapi Lila tahu, dia tidak dapat minta kepada ibunya, sebab dia memahami keadaan.
"Kalau tak ada, cikgu cakap boleh memakai baju seragam sekolah untuk pertunjukan itu", Lila memberi penjelasan kepada ibunya, supaya dia tidak memberatkan pikiran ibunya.      

Ibu Lila mengerti maksud anaknya, tentulah anaknya mahu sesuatu yang berlaianan pada pertunjukan itu nanti, tetapi anaknya itu memahami keadaan mereka, dia tidak akan menyusahkan ibunya dengan berbagai-bagai permintaan. Sedih hati si ibu memikirkan hal ini, menunaikan permintaan ini memang terasa berat, tetapi ini harus ditunaikan demi anaknya yang masih mencari jati diri dan membentuk kepercayaan dirinya, supaya tidak terasa ketinggalan atau kekurangan dari kawan-kawan di sekolah. Si ibu sangat mengerti inilah saatnya siibu dapat menolong anaknya menanamkan kepercayaan pada diri sendiri.
Si ibu mulai berpikir dia harus berbuat sesuatu demi anaknya, tidak  mungkin potensi yang ada pada anaknya tidak dipupuk dan dikembangkan, hanya dia harus mendapatkan cara bagaimana supaya setiap permintaan itu termampu untuk dilaksanakan.

Si ibu pergi ke toko kain sepulangnya dari kerja pada keesokan harinya. Dia memilih kain yang harganya tidak mahal tetapi kelihatan cantik. Sampai di rumah kain itu digunting dan dijahitnya diberi renda disusunnya renda itu dengan sebaik-baiknya, di ujung tangan di bagian dada dan dibagian kaki baju. Terciptalah sehelai baju yang cantik yang patut di tampilkan di atas pentas dengan rasa bangga.

Baju itu diperlihatkan si ibu kepada Lila anaknya, bayangkan betapa kepuasan dan kegembiraan hati seorang anak mendapatkan sesuatu yang memang sangat-sangat diharapkannya. Inilah yang membentuk jiwa seorang anak untuk dia menjadi seseorang di masa depan. Anak jadi berani dan percaya diri merasa dirinya sangat berharga dan dapat menunjukkan segala kemampuan diri di atas pentas di depan orang ramai. Si anak merasa yakin dengan kemampuan dirinya dan selalu berusaha untuk memajukan diri.               Berusaha dan berjuang yang tertanam dalam diri si anak adalah modal yang sangat besar untuk mencapai cita-cita tanpa rasa letih dan lelah . Peranan orang tua sangat penting dalam hal ini untuk mendorong si anak sampai ke puncak lebih tinggi dari puncak menara gading yang diimpikan oleh setiap orang.

No comments:

Post a Comment