Thursday, 2 February 2012

MENUNGKAH ARUS MENDIDIK KANAK-KANAK

                          MENUNGKAH ARUS MENDIDIK KANAK-KANAK                                                         

Di sini saya akan menulis sekelumit perkembangan jiwa kanak-kanak pada umur Pra Sekolah. Dan bagaimana harapan ibu bapa terhadap anak-anak mereka ketika mereka menghantarkan anaknya ke Tadika .

Sebagian besar masyarakat negara ini meletakkan harapan yang terlalu tinggi terhadap anak-anak mereka yang baru saja melangkahkan kakinya ke sekolah. Mereka mengharapkan anak-anak mereka itu segera dapat membaca, menulis dan mengira, begitu mereka bersekolah. Bahkan ada yang sanggup mengajar anak-anak mereka dan memaksanya belajar sebelum mereka diantar ke Tadika. Harapan yang begini jauh dari tujuan sebenar.Bukan ini tujuan sebenar mengantar anak ke tadika.

Sebelum meletakkan harapan yang tinggi kita harus tahu perkembangan jiwa kanak-kanak pada umur-umur tertentu, apa yang diperlukan kanak-kanak, bagaimana cara mendidik kana-kanak, bagaimana memberikan motivasi kepada kanak-kanak, dan bagaimana caranya supaya potensi yang ada dalam diri kanak-kanak berkembang dengan sempurna.

Pada umur ini kanak-kanak perlu bermain, mereka melatih pisikalnya, menguatkan otot-ototnya, supaya dapat bergerak lebih cergas, lebih trampil, lebih indah dalam setiap pergerakan. Kanak-kanak bercerita , melatih daya berfikir, berimajinasi, supaya dalam minda kanak-kanak ada sesuatu yang dipikirkannya, walaupun pada peringkat awal hanya berbentuk khayalan. Khayalan inilah nanti yang akan berkembang menjadi suatu pikiran yang matang. Pada waktu pertama kali kapal terbang dicipta, adalah berdasarkan dongeng, orang yang dapat terbang mengganakan baju terbang dan sebagainya. Banyak ciptaan lain yang tadinya hanya dianggap suatu khayalan yang tidak wujud. Lihatlah bagaimana Computer yang wujud sekarang ini yang suatu masa dulu dianggap hanya suatu khayalan, ingat kembali dengan dongeng sirih tanya-tanya yang diletakkan dibawah bantal, orang yang tidur dapat menjawab semua pertanyaan yang di ajukan kepadanya.
Jangan takut kalau ada anak-anak kita yang suka berkhayal dan suka merapu, mereka  sedang mengembangkan daya berpikirnya.

Pada waktu masuk tadika guru-guru tadika harus menenpatkan dirinya sebagai pengganti ibu bapa kanak-kanak, harus dapat menggembirakan kanak-kanak, dapat membimbing kanak-kanak supaya tidak takut, dapat bercerita meluahkan perasaannya, dapat bergembira, bergaul, bermain-main dengan teman-teman sebaya.
Guru-guru harus pandai bercerita, cerita yang dapat menarik perhatian kanak-kanak, cerita yang penuh emosi, sedih, gembira, takut, berani, simpati, antipati, bersemangat dan dapat memberikan teladan kepada kanak-kanak tadika. Guru-guru tadika harus bijaksana menyelipkan pengajaran berguna kepada kanak-kanak waktu bercerita itu.
Begitu juga sebaliknya kanak-kanak disuruh pula bercerita, harus berani bercerita di depan kelas, melatih dan membentuk kepercayaan diri.

Perkara lain yang menungkah arus, yang tidak disukai oleh setengah-setengah ibu bapa adalah; kanak-kanak tadika harus diajar menyanyi dan menari, tujuannya untuk mengembangkan otak sebelah kirinya, supaya perkembangan otaknya seimbang.
Jangan sekali-kali ibu bapa melarang anak menreka menyertai suatu pertunjukan, akan membantutkan hati mereka. Biarkan mereka bergembira, siapkanlah baju cantik untuk persembahan itu, mereka akan merasa dunia mereka indah yang belum pernah mereka rasakan. Jangan ibu bapa takut, nanti sudah besar anak kita akan jadi penyanyi. Penulis sendiri tidak menginginkan anak jadi penyanyi, Alhamdulillah memang tidak ada yang jadi penyanyi, walaupun dari kecil penulis menggalakkan anak-anak mengikuti setiap persembahan yang diadakan di sekolah hinggalah ke University.
DENGAN BIMBINGAN KITA DI RUMAH ANAK-ANAK KITA TAHU JALAN YANG AKAN DIPILIHNYA.

Anak-anak kita di tadika perlu diajar menyanyi dan menari SANGATLAH BESAR faedahnya. Mereka sudah merasakan bagaimana rasanya menjadi PRIMADONA di depan orang ramai, tidak ada lagi keinginan yang bergelora di hati menjdi primadona, mereka akaan bijak memilih jalan sendiri sesuai dengan kehendak dirinya.
Bagi orang yang tak pernah merasakan menjadi primadona, keinginan di hatinya bergelora tak dapat dibendung, walaupun dilarang dengan berbagai cara tidak akan mereka terima, walaupun bapanya ustad sekalipun tidak akan dapat menghalang mereka menjadi penyanyi. Mereka akan tergila-gila melihat penyanyi-penyanyi, memuja dan menyanjung yang sangat berlebihan, kadang-kadang tidak sadarkan diri tanpa menghiraukan masalah orang tua masalah lingkungan dan sebagainya.


No comments:

Post a Comment