Friday, 29 June 2012

BERPIKIR MAJU IKUT PERKEMBANGAN TEKNOLOGI LOGI, BERPIKIR DI LUAR KOTAK LOGI BERPIKIR DI LUAR KOTAK LOGI

                       BERPIKIR MAJU IKUT PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
                                          Berpikir di luar kotak

Teknologi sangat maju, CARA KITA BERPIKIR juga harus maju ,supaya kita tidak ketinggalan dan tidak rugi dalam mengikuti arus zman.

Kita lihat contoh ini; Suatu masa belum berapa lama berselang, harga minyak negara kita naik melonjak, apa lagi harga barang dinegara kita melambung tinggi sekali, ini adalah kesempata para peniaga menaikkan harga barangnya, dengan alasan ongkos pengangkutan melambung naik, terselip juga  dalam pikiran para pedagang hendak memperoleh keuntungan yang sangat besar, peluang ini datang hanya sekali-sekali saja. Memang hal ini sudah menjadi rahasia umum para pedagang. Kadang-kadang kenaikan harga tidak manesabah, tidak sebanding dengan kenaikan harga minyak untuk penggunaan pengangkutan barang-barang mereka.

Seharusnya kalau harga minyak diturunkan kepada harga asal tentulah harga barang-barang kembali seperti sediakala.
Apa yang berlaku ???????? Harga minyak turun lebih murah dari harga sebelum di naikkan, apakah harga barang kembali kepada harga asal ???
Siapa yang berpikir lebih maju dalam hal ini pedagang atau si penentu harga minyak ?
Disinilah pentingnya berpikiran maju, apalagi menyangkut dengan kepentingan orang ramai. Apakah tidak berdosa orang yang tidak berpikir maju ?

Mantan Perdana Menteri Malaysia, yang sangat-sangat di sayangi rakyat; TUN DR MAHATHIR MOHAMAD, telah mendidik rakyat negara ini untuk berpikir maju.
Beliau telah menyelamatkan rakyat negara ini dari kesengsaraan dan kepapaan. Ketika Soros menyangak wang kita, kita telah miskin, wang kita tinggal sedikit. Mengikut teori biasa jika kita tidak ada wang kita boleh meminjam wang. IMF membuka pintu seluas-luasnya, meminjamkan wang kepada negara-negara yang memerlukannya, DENGAN MENGENAKAN BUNGA YANG SANGAT TINGGI, SEHINGGA SANGAT SUSAH NEGARA-NEGARA MISKIN UNTUK MEMBAYARNYA, DAN BERBAGAI-BAGAI SYARAT YANG DIKENAKAN, SEHINGGA SI PEMINJAM TERPAKSA MENGIKUT TELUNJUK NEGARA-NEGARA TERTENTU.
Langkah meminjam wang inilah yang dielakkan oleh DR Mahathir ketika itu.
Pada waktu penyangak mata wang George Soros telah menyangak wang kita, Tun DR Mahathir Mohamad telah mengeluarkan beberapa teorinya, sebagai hasil berpikir maju beliau. Beliau berpikir di luar kotak. Mari kita lihat cara berpikir beliau, kita bandingkan dengan cara berpikir orang-orang biasa.
Pada saat negara telah miskin, beliau menyeru supaya rakyat berbelanja, para pedagang disuruh meminjam wang dari bank dan bank harus meminjamkan wangnya dan pedagang harus memperbesarkan perniagaannya. Di sa'at  Teorinya ini sungguh berjaya. Ditambah lagi dengan beberapa teorinya yang lain negara Malaysia tidaklah berapa teruk, dan cepat pulih perekonomiannya. Ini adalah salah satu teorinya yang bertentangan dengan cara berpikir biasa.

Ada dua lagi teori penting beliau ketika itu, untuk menyelamatkan negara ini dari kepapaan. Inilah salah satu jasa beliau untuk negara ini. Rakyatnya tidak merasakan kesusahan ketika Soros cuba menghancurkan negara-negara di rantau ini. Sedangkan negara-negara lain seperti lazimnya orang kesusahan, pastilah meminjam kepada IMF, dan pastilah mereka terikat terjerat, dengan jerat yang sudah menunggu mengikat mangsanya. Sememangnya DR Mahathir patut jadi pemimpin, dalam dirinya memang sudah ada modal untuk memimpin, dengan disiplinnya, sifat tegasnya, berani pada yang benar dan mempunyai gezah yang tinggi disegani oleh lawan dan kawan, dan banyak lagi .
Salah satunya beliau dapat berpikir secara logis, lain dari cara berpikir biasa.
Jika ingin maju memanglah kita harus belajar berpikir di luar pola berpikir biasa.

Pernah saya membaca tentang "teori konvensioal",  dan teori yang menyanggahnya.
Petani yang hidup miskin, haruslah berhemat, berjimat cermat sesuai dengan kemampuan. Diwaktu pagi sebelum pergi ke sawah, terlebih dahulu harus makan. Sebagai hidangan adalah rebus ubi kayu, selesai makan barulah turun ke sawah. Ketika musim susah padi tidak menjadi terpaksalah para petani berhemat, rebus ubi kayu sebagai hidangan pagi harus dikurangi, biasanya dua kerat, dimusim susah ini hanya mendapat satu kerat sahaja. Pemikir yang kreatif, yang maju menentang sungguh teori berjimat cermat para petani itu.
"Mereka ( para petani ) seharusnya bukan dikurangi makanannya diwaktu pagi itu, tetapi harus ditambah. Bukan hanya makan rebus ubi kayu tetapi harus makan nasi dengan lauk pauk yang berzat, supaya badan mereka sehat, tenaga kuat dan bertambah, supaya terasa ringan menghayunkan cangkul di sawah. Tenaganya berlipat ganda, hasil kerjanya akan berlipat ganda pula, pastilah hasi sawahnya akan berlipat ganda, dibandingkan dengan petani yang lemah kurang makan, pastilah tidak terdaya menghayunkan cangkul nya di sawah. Apakah kita dapat mengharapkan hasil yang lumayan dari petani yang lemah, tidak sehat, dan tidak terdaya menghayunkan cangkul di sawah ?

Inilah sekedar contoh cara berpikir dengan pola berpikir yang lebih logik, tidak berpikir mengikut kebiasaan, tidak berpikir ikut orang ramai berpikir, kalau sekiranya cara berpikir itu tidak sesuai dengan situasi kan kondisi dimana kita berada dan tidak sesuai dengan permasahan yang ada.
Nanti kita sambung lagi........

29 June 2012.

No comments:

Post a Comment